gugah.co – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia pada kuartal III-2026 tumbuh 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya konsumsi pemerintah dan menguatnya sektor konstruksi, yang antara lain didorong pelaksanaan program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Angka pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 5,04 persen.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, mengatakan konsumsi pemerintah tumbuh 8,95 persen secara tahunan. Angka itu meningkat dibandingkan kuartal III-2025 yang tercatat sebesar 5,66 persen.
Menurut Edy, kenaikan tersebut dipengaruhi meningkatnya realisasi belanja pegawai, terutama untuk gaji dan tunjangan aparatur sipil negara (ASN), serta belanja barang dan jasa yang antara lain dialokasikan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Hal ini sejalan dengan meningkatnya realisasi belanja pegawai terutama pada gaji dan tunjangan ASN, serta meningkatnya realisasi belanja barang dan jasa utamanya pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa program Makan Bergizi Gratis (MBG),” kata Edy dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Selain mendorong konsumsi pemerintah, pelaksanaan program prioritas nasional juga berdampak pada pertumbuhan sektor konstruksi. BPS mencatat lapangan usaha konstruksi tumbuh 6,42 persen secara tahunan pada kuartal III-2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 4,21 persen.
Pertumbuhan tersebut didorong pembangunan berbagai proyek infrastruktur pemerintah maupun swasta, termasuk pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, perumahan rakyat, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, hingga program revitalisasi sekolah.
“Kenaikan ini utamanya didorong oleh pembangunan proyek infrastruktur oleh pemerintah dan swasta, termasuk pembangunan program prioritas pemerintah seperti KDKMP, perumahan rakyat, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan revitalisasi sekolah,” ujar Edy.
Secara keseluruhan, sektor konstruksi menyumbang 0,62 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Bersama industri pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi, sektor ini menjadi empat lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III-2026.***






Tinggalkan Balasan