gugah.co – Harga emas dunia kembali menembus level psikologis US$4.000 per troy ons pada perdagangan Rabu (4/11/2026), didorong pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan perdagangan pasar spot, harga emas ditutup di US$4.065,4 per troy ons, naik 3,4 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Penguatan emas terjadi seiring melemahnya dolar AS. Indeks Dolar (Dollar Index/DXY), yang mengukur pergerakan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, turun 0,37 persen ke level 101,49. Posisi tersebut menjadi yang terendah sejak 30 September.
Pelemahan dolar umumnya meningkatkan daya tarik emas karena logam mulia tersebut diperdagangkan dalam denominasi dolar AS. Ketika dolar melemah, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Pergerakan dolar dipengaruhi perkembangan politik di Amerika Serikat. Hasil pemilu sela menempatkan Partai Demokrat menguasai mayoritas di House of Representatives dan Senat. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi proses pembahasan berbagai agenda pemerintahan Presiden Donald Trump, termasuk kebijakan fiskal dan perdagangan.
Analisis Teknikal
Secara teknikal, pergerakan emas masih menunjukkan sinyal yang cenderung netral hingga bearish. Pada grafik harian, indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 48, sedikit di bawah batas 50 yang umumnya mencerminkan momentum bearish.
Sementara itu, indikator Stochastic RSI berada di level 63, mengindikasikan momentum beli masih bertahan meski belum menunjukkan penguatan yang dominan.
Dalam jangka pendek, harga emas berpotensi mengalami koreksi dengan area penopang terdekat di sekitar US$3.967 per troy ons atau mendekati rata-rata pergerakan lima hari (MA5). Jika tekanan jual berlanjut, level US$3.932 menjadi area yang perlu dicermati. Pelemahan lebih lanjut dapat membuka ruang menuju kisaran US$3.901 hingga US$3.852 per troy ons, dengan target koreksi berikutnya di sekitar US$3.809.
Di sisi lain, apabila momentum penguatan berlanjut, level US$4.075 menjadi area resistensi terdekat. Penembusan di atas level tersebut berpotensi membawa harga emas menuju kisaran US$4.204–US$4.215 per troy ons. Resistance berikutnya berada di sekitar US$4.471 per troy ons.
Pergerakan harga emas selanjutnya akan dipengaruhi perkembangan sentimen global, terutama arah dolar AS, ekspektasi kebijakan moneter The Fed, serta respons pasar terhadap dinamika politik di Amerika Serikat.***






Tinggalkan Balasan