GUGAH – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menuai kontroversi setelah menjadikan nama Muhammad sebagai bahan lelucon dalam sebuah pidato kampanye di Dalton, Georgia. Pernyataan tersebut memicu kritik dari sejumlah organisasi Muslim karena dinilai merendahkan nama yang dimuliakan umat Islam.
Mengutip Al Jazeera, Trump melontarkan komentar tersebut saat membahas Iran dalam rapat umum yang digelar di hanggar Bandara Kota Dalton, Georgia.
“Anda tahu, jika Anda ragu dengan nama seseorang dari Timur Tengah, katakan saja ‘Mohammad’. Anda memiliki peluang sekitar 65 persen. ‘Halo, Mohammad.’ Saya sudah melakukannya selama bertahun-tahun. Saya tidak pernah salah,” kata Trump di hadapan para pendukungnya, dikutip pada Selasa (19/10/2026).
Ucapan itu kemudian menuai reaksi dari berbagai kalangan. Bagi umat Islam, Muhammad merupakan nama Nabi Muhammad SAW yang dihormati dan banyak digunakan sebagai nama anak laki-laki di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, nama Muhammad lazim digunakan sebagai bagian dari nama depan, seperti Muhammad Farhan, Muhammad Zidan, dan berbagai nama lainnya sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Mengutip Suara.com, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas mengecam pernyataan Trump yang dinilai melecehkan nama Muhammad dan melukai perasaan umat Islam.
“Bagi Trump, Islam dan Muhammad adalah bahan ejekan. Ini tentu tidak bisa diterima oleh umat Islam karena sangat menyakitkan,” ujar Anwar Abbas.
Menurut Anwar, pernyataan tersebut merupakan bagian dari strategi politik Trump untuk menarik dukungan dari basis pemilih tertentu.
“Trump ingin meraih simpati Yahudi. Karenanya, dia menjadikan Islam sebagai musuh bersama,” katanya.
Pernyataan Trump juga dilaporkan mendapat sorotan dari sejumlah organisasi Muslim dan pegiat hak asasi manusia yang menilai komentar tersebut berpotensi memperkuat stereotip negatif terhadap umat Islam.***





Tinggalkan Balasan