Survei IndocPolls: Teddy Indra Wijaya Raih Penilaian Tertinggi, Nusron Wahid Terendah

|

gugah.co – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memperoleh penilaian publik tertinggi dalam survei evaluasi kinerja menteri dan kepala badan pada dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Survei yang dirilis Indonesia Center for Politics & Law Studies (IndocPolls) tersebut menempatkan Teddy di posisi pertama dengan persentase penilaian sebesar 15,8 persen. Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid berada di posisi terbawah dengan angka 0,17 persen.

Direktur Komunikasi IndocPolls, Taufik Ch, menjelaskan tingginya penilaian terhadap Teddy berkaitan dengan peran komunikasinya dalam pemerintahan. Menurut dia, Teddy dinilai mampu menyampaikan berbagai kebijakan pemerintah kepada masyarakat.

“Di tengah tantangan berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah maupun langkah-langkah kebijakan yang diambil, Teddy berhasil menyelaraskan hingga mengkomunikasikannya kepada publik,” ujar Taufik dalam keterangan resminya, Sabtu (31/10/2026).

Taufik juga menyebut popularitas Teddy sebelum menjabat sebagai Sekretaris Kabinet turut memengaruhi penilaian responden. Meski demikian, ia mengakui terdapat kritik publik terhadap pola kerja Seskab tersebut.

Amran Sulaiman Tempati Posisi Kedua

Di bawah Teddy, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempati posisi kedua dengan persentase penilaian sebesar 13,6 persen.

Baca Juga:  Sekitar 200 Anggota Pagar Nusa Hadiri Persidangan Gus Yaqut, Tegaskan Dukungan Tanpa Intervensi

IndocPolls mengaitkan penilaian tersebut dengan kinerja Kementerian Pertanian, terutama dalam sektor ketahanan pangan dan produksi beras nasional.

Salah satu indikator yang disoroti adalah capaian Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang disebut mencapai 5,4 juta ton pada pertengahan Juli 2026. Angka tersebut diklaim sebagai rekor tertinggi sejak Indonesia merdeka.

Taufik menilai capaian produksi beras tersebut menjadi salah satu faktor penyangga ketahanan pangan di tengah berbagai tantangan, termasuk kemarau panjang, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta bencana alam.

Selain Teddy dan Amran, sejumlah menteri lainnya juga memperoleh penilaian publik pada kategori menengah hingga tinggi.

Berikut daftar sejumlah menteri berdasarkan hasil survei IndocPolls:

  • Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti: 6,5 persen.
  • Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi: 5,2 persen.
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin: 3,8 persen.
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar: 3,5 persen.
  • Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono: 3,3 persen.
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: 2,7 persen.
  • Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir: 2,1 persen.
  • Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin: 2,0 persen.
  • Menteri HAM Natalius Pigai: 1,8 persen.
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto: 1,7 persen.
  • Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir: 1,5 persen.
  • Menko Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman: 1,2 persen.
Baca Juga:  KPK NU Aksi Unjuk Rasa dan Istigotsah Kubro Bersama Kiai Kampung

Nusron Wahid dan Dody Hanggodo Masuk Posisi Terbawah

Di sisi lain, survei tersebut juga memperlihatkan sejumlah menteri memperoleh persentase penilaian yang relatif rendah.

Setelah Nusron Wahid dengan angka 0,17 persen, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memperoleh penilaian sebesar 0,25 persen.

Menurut penjelasan Taufik, rendahnya penilaian terhadap Nusron berkaitan dengan sorotan publik terhadap sejumlah persoalan hukum yang melibatkan pejabat di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Sementara itu, penilaian terhadap Dody disebut dipengaruhi polemik internal kementerian serta kontroversi perjalanan dinasnya ke Amerika Serikat.

Taufik menyebut persoalan kebijakan, pelaksanaan program, hingga pernyataan sejumlah pejabat menjadi faktor yang turut memengaruhi persepsi publik terhadap kinerja kementerian.

Selain kedua nama tersebut, berikut sejumlah menteri yang memperoleh persentase penilaian rendah:

  • Menteri Desa Yandri Susanto: 0,33 persen.
  • Menteri Perumahan Maruarar Sirait: 0,33 persen.
  • Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana: 0,33 persen.
  • Menteri Koperasi Ferry Julianto: 0,42 persen.
  • Menteri Ketenagakerjaan Yassierli: 0,42 persen.
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono: 0,42 persen.
  • Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat: 0,42 persen.
  • Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi: 0,42 persen.
Baca Juga:  Sidang Gus Yaqut, Ahli KPK Akui Kewenangan Pengaturan Kuota Haji Tambahan Ada di Tangan Menteri

Adapun sebanyak 4,8 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.

Metodologi Survei IndocPolls

IndocPolls melaksanakan survei tersebut pada 15–20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan metode multistage random sampling atau pengambilan sampel acak bertingkat.

IndocPolls menetapkan tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen.

Hasil survei ini menggambarkan penilaian responden dalam periode pengumpulan data. Persentase yang diperoleh masing-masing menteri perlu dibaca sebagai persepsi publik, bukan sebagai pengukuran langsung atas capaian kinerja kementerian.

Untuk menilai kualitas hasil survei secara lebih menyeluruh, publik juga perlu mengetahui indikator penilaian, rumusan pertanyaan, karakteristik responden, serta distribusi sampel yang digunakan.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran