Renovasi GBK Berlangsung hingga April 2027, Timnas Indonesia dan Persija Harus Cari Stadion Alternatif

|

GUGAH – Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) mulai menjalani renovasi pada November 2026. Pengerjaan yang diperkirakan berlangsung hingga April 2027 itu berdampak pada agenda sepak bola nasional, termasuk aktivitas Timnas Indonesia dan Persija Jakarta yang selama ini menggunakan stadion tersebut.

Perbaikan difokuskan pada struktur lapangan. Manajemen Gelora Bung Karno (GBK) menilai kondisi lapangan perlu ditingkatkan agar kembali memenuhi standar dan kebutuhan penyelenggaraan pertandingan olahraga.

Renovasi tersebut juga berkaitan dengan beragam aktivitas yang selama ini berlangsung di SUGBK. Selain menjadi lokasi pertandingan sepak bola nasional dan internasional, stadion ini kerap digunakan untuk konser musik dan kegiatan berskala besar lainnya.

Penggunaan lapangan untuk berbagai kegiatan, khususnya konser yang memanfaatkan area tengah stadion, disebut turut memengaruhi kondisi struktur tanah. Karena itu, penguatan lapangan dinilai perlu dilakukan untuk menjaga daya dukung dan kelayakan fasilitas.

Baca Juga:  Bang Jo Tegaskan Ansor Harus Satu Barisan, Beda Pilihan Jangan Tinggalkan Konflik

Perwakilan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno menyampaikan bahwa lapangan stadion memiliki kapasitas beban sekitar 150 hingga 200 kilogram per meter persegi. Tanpa penguatan struktur, terdapat risiko kerusakan tanah yang berpotensi mengganggu sistem drainase.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena SUGBK masih memiliki peran penting dalam kalender sepak bola nasional. Renovasi yang berlangsung selama beberapa bulan membuat sejumlah agenda olahraga perlu menyesuaikan penggunaan venue.

Agenda Timnas Indonesia Berpotensi Berpindah Stadion

Salah satu agenda yang terdampak adalah FIFA Matchday pada Maret 2027. Jika renovasi belum selesai sesuai kebutuhan penyelenggaraan pertandingan, Timnas Indonesia harus menyiapkan stadion alternatif.

Baca Juga:  Ketua PWNU Kaltara Dukung Gus Yaqut, Ingatkan Bahaya Pembunuhan Karakter di Tengah Proses Hukum

Hingga saat ini, belum ada kepastian dari PSSI mengenai stadion yang akan digunakan untuk agenda tersebut. Penentuan venue pertandingan internasional tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan lapangan, tetapi juga kelayakan fasilitas dan pemenuhan standar yang ditetapkan FIFA.

Dengan demikian, pemilihan stadion pengganti membutuhkan evaluasi teknis sebelum keputusan diumumkan secara resmi.

Persija Jakarta Perlu Menyiapkan Kandang Sementara

Dampak renovasi juga dirasakan Persija Jakarta. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu selama ini menjadikan SUGBK sebagai salah satu markas untuk menjalani pertandingan kandang.

Selama proses renovasi berlangsung, Persija perlu menyesuaikan lokasi pertandingan dengan ketersediaan stadion lain. Situasi ini menuntut koordinasi antara manajemen klub, operator kompetisi, dan pengelola stadion agar jadwal pertandingan tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek teknis maupun kenyamanan penonton.

Baca Juga:  Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Emil Audero Jadi Pahlawan di Adu Penalti

Jakarta International Stadium (JIS) disebut berpotensi menjadi salah satu alternatif kandang Persija. Namun, penggunaan stadion tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pertimbangan lebih lanjut.

Perpindahan kandang bukan sekadar persoalan menentukan lokasi pertandingan. Kesiapan fasilitas, kualitas lapangan, akses penonton, hingga kebutuhan operasional klub menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhitungkan.

Renovasi SUGBK pada akhirnya menempatkan Timnas Indonesia dan Persija Jakarta dalam situasi yang sama: harus menyesuaikan agenda sepak bola dengan kebutuhan perbaikan stadion. Kepastian mengenai venue alternatif masing-masing masih menunggu keputusan dari pihak terkait.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran