Halaqah LKKNU Garut di Momentum HSN 2026, Dorong Pesantren Ramah Anak dan Cegah Kekerasan Seksual

|

GUGAH — Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Garut menggelar Halaqah Pesantren Ramah Anak dan Pencegahan Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren An Nur, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2026 ini mengusung tema “Santri Sehat, Keluarga Kuat, Garut Hebat”.

Halaqah tersebut menjadi ruang edukasi dan penguatan kesadaran bersama mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak. Melalui kegiatan ini, LKKNU Garut mendorong perlindungan santri sebagai bagian penting dari kualitas pendidikan dan pengasuhan di lingkungan pesantren.

Ketua LKKNU Kabupaten Garut, Ai Sadidah, menegaskan bahwa pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama dan membentuk akhlak, tetapi juga harus menjadi lingkungan yang memberikan rasa aman serta perlindungan bagi setiap santri.

Baca Juga:  PCNU Garut Condong ke KH Said Aqil Siroj untuk Rais Aam Muktamar NU ke-35

“Pesantren ramah anak harus menjadi komitmen bersama. Anak-anak yang menimba ilmu di pesantren berhak mendapatkan perlindungan, merasa aman, serta tumbuh dan berkembang tanpa mengalami kekerasan dalam bentuk apa pun,” ujar Ai.

Ai menjelaskan, pencegahan kekerasan seksual perlu dilakukan melalui edukasi, penguatan pemahaman mengenai hak-hak anak, serta keterlibatan pengasuh pesantren, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat.

“Pencegahan harus dimulai dari membangun pemahaman dan kepedulian bersama. Kita perlu memastikan bahwa setiap anak mengetahui haknya untuk mendapatkan perlindungan, sementara orang dewasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga, mendampingi, dan memberikan rasa aman kepada mereka,” katanya.

Baca Juga:  Tabligh Akbar Maulid Nabi, KBNU Langkaplancar Teguhkan Sinergi dan Barisan Nahdliyin

Selain edukasi, keterbukaan komunikasi juga menjadi perhatian penting. Anak perlu memiliki ruang yang aman dan nyaman untuk menyampaikan persoalan atau pengalaman yang dialaminya sehingga indikasi kekerasan dapat dikenali lebih dini dan ditangani secara tepat.

Menurut Ai, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dibebankan hanya kepada pihak pesantren. Keluarga dan masyarakat juga memiliki peran strategis dalam membangun pola pengasuhan positif serta mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.

Penyelenggaraan halaqah ini menjadi salah satu bentuk kontribusi LKKNU Garut dalam mengisi peringatan Hari Santri Nasional 2026. Melalui kegiatan tersebut, momentum Hari Santri dimanfaatkan untuk memperkuat perhatian terhadap ketahanan keluarga, kualitas pengasuhan, dan perlindungan anak di lingkungan pendidikan keagamaan.

Baca Juga:  PCNU Garut Kukuhkan MWCNU Sukaresmi, Bidik 50 Anak Ranting dan Kemandirian Ekonomi

Ai berharap semangat Hari Santri dapat diwujudkan melalui kepedulian nyata terhadap generasi muda yang sedang menempuh pendidikan di pesantren.

“Harapannya, santri tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak, tetapi juga mendapatkan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan mendukung masa depan mereka. Semangat Santri Sehat, Keluarga Kuat, Garut Hebat harus diwujudkan melalui kepedulian dan tindakan nyata dalam melindungi anak,” tuturnya.

Melalui halaqah ini, LKKNU Garut mendorong terbangunnya sinergi antara pesantren, keluarga, dan masyarakat untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang ramah anak. Dengan perlindungan yang kuat, santri diharapkan dapat belajar dengan nyaman, mengembangkan potensi diri, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, berilmu, dan berakhlak mulia.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran