Polisi Masih Selidiki Dugaan Teror Molotov ke Rumah Keluarga Aktivis GIE di Kabupaten Bandung

|

GUGAH — Kepolisian masih menyelidiki kasus dugaan pelemparan bom molotov yang menyasar rumah keluarga pendiri Gerakan Indonesia Emas (GIE), Desta Pancaputra, di Kampung Rancatungku, Desa Rancatungku, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, pada Minggu (18/10/2026) dini hari.

Hingga Rabu (4/11/2026), Desta mengatakan proses penanganan perkara masih berada pada tahap penyelidikan. Ia mengaku telah beberapa kali berkomunikasi dengan penyidik dan menerima dua Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).

“Adapun terkait hasil perkembangan penyelidikannya masih belum saya dapatkan dan mudah-mudahan bisa segera didapatkan,” kata Desta kepada wartawan.

Menurut Desta, penyidik belum menyampaikan identitas terduga pelaku maupun dugaan motif di balik peristiwa tersebut.

Baca Juga:  Bagja Wibawa: Pancasila Harus Jadi Kompas Moral Bangsa di Era Kecerdasan Buatan

Desta menuturkan, peristiwa terjadi sekitar pukul 03.30 WIB saat ia sedang berada di rumah lain yang tidak jauh dari kediaman orang tuanya. Ia mengaku mendatangi lokasi setelah mendengar teriakan dari orang tuanya yang memberitahukan adanya kebakaran.

Berdasarkan keterangan warga yang disebutkan Desta, dua orang yang berboncengan sepeda motor diduga melempar dan menyiramkan bahan bakar yang kemudian memicu kebakaran di bagian depan rumah.

Api, kata Desta, membakar teras dan sebagian atap rumah. Warga kemudian bergotong royong memadamkan api hingga padam sekitar 15 menit kemudian.

Ia menyebut terdapat tiga titik api dalam kejadian tersebut. Salah satunya membakar kursi kayu di depan rumah, sementara percikan api sempat masuk ke dalam rumah dan mengenai sejumlah perabot sebelum akhirnya padam.

Baca Juga:  KMP Akan Sambangi Kejari Purwakarta, Pantau Perkembangan Laporan Pengadaan PLTS untuk 20 Puskesmas

Desta juga mengungkapkan bahwa sekitar 10 hari sebelum kejadian, rumah pamannya yang masih berada di Kecamatan Pameungpeuk diduga menjadi sasaran pembakaran.

Menurut keterangannya, pelaku diduga menggunakan botol berisi bensin yang disiramkan ke area rumah lalu dibakar. Peristiwa itu disebut hanya mengakibatkan kerusakan ringan pada dua sepeda motor.

Desta menduga dua peristiwa tersebut berkaitan dengan aktivitasnya sebagai aktivis yang kerap menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Namun, hingga kini dugaan tersebut belum dikonfirmasi oleh hasil penyelidikan kepolisian.

Ia mengaku khawatir terhadap keselamatan anggota keluarganya, terutama orang tua serta kerabat yang tinggal di sekitar lokasi.

Baca Juga:  ​1,5 Tahun Kepemimpinan Farhan-Erwin Dinilai Gagal, GMNI Bandung Menggelar Aksi Unjuk Rasa Tuntut Evaluasi Total Tata Kelola Kota

Meski demikian, Desta mengatakan akan tetap menjalankan aktivitas advokasi dan menyuarakan aspirasi masyarakat.

“Saya sudah berkomitmen bahwa apa pun yang terjadi, saya akan tetap menyuarakan keresahan masyarakat,” ujarnya.

Desta juga mengajak para aktivis untuk tidak takut menyampaikan pendapat serta berharap kritik masyarakat dipandang sebagai bagian dari demokrasi, bukan ancaman.

Hingga berita ini diterbitkan, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif dalam kasus tersebut. Belum ada keterangan resmi yang menyatakan adanya keterkaitan antara peristiwa ini dengan aktivitas politik maupun advokasi yang dilakukan korban.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran