GUGAH – Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Cianjur menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pesantren, organisasi keagamaan, pemerintah, dan masyarakat. Kegiatan yang dipelopori Duta Quran Indonesia (DUTAQU) Kabupaten Cianjur tersebut berlangsung di Kecamatan Cijati dengan mengusung tema “Santri Mengawal Indonesia Merdeka, Menjaga Peradaban Dunia”.
Peringatan ini melibatkan berbagai elemen organisasi, mulai dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), badan otonom NU (BANOM), gabungan organisasi kemasyarakatan, hingga dinas dan instansi terkait. Keterlibatan lintas organisasi tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam menyemarakkan Hari Santri sekaligus memperkuat hubungan antarelemen masyarakat.
Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Presiden DUTAQU Abdul Karim yang juga merupakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cijati, para ulama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi dan lembaga di Kabupaten Cianjur.
Kehadiran unsur pemerintahan dan tokoh keagamaan menjadi bagian dari sinergi dalam merawat kehidupan masyarakat yang harmonis. Kolaborasi tersebut juga memperlihatkan bahwa peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi agenda kalangan pesantren, tetapi melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan tausiah keagamaan yang disampaikan Ustaz Maulana, pendakwah yang dikenal melalui program televisi Trans TV. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para peserta menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman kehidupan, terutama dalam membangun akhlak, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan meningkatkan kepedulian sosial.
Syiar Al-Qur’an juga diperkuat dengan kehadiran Syekh Muhammad Jaber, adik almarhum Syekh Ali Jaber. Kehadirannya memberikan nuansa tersendiri dalam rangkaian kegiatan yang diikuti para santri dari berbagai jenjang pendidikan serta elemen masyarakat.
Antusiasme peserta menunjukkan keterlibatan kalangan santri dan masyarakat dalam menyemarakkan peringatan Hari Santri. Momentum ini sekaligus menjadi ruang untuk meneguhkan kembali peran pendidikan pesantren dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan berbangsa.
Lebih dari sekadar seremoni tahunan, Hari Santri menjadi pengingat atas kontribusi ulama dan santri dalam perjalanan sejarah bangsa. Semangat perjuangan tersebut perlu diteruskan melalui penguatan pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, wawasan kebangsaan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Santri masa kini juga dihadapkan pada tantangan perkembangan zaman. Karena itu, penguasaan ilmu agama perlu berjalan beriringan dengan kemampuan beradaptasi, memperluas wawasan, dan mengambil peran dalam kehidupan sosial.
Melalui kegiatan tersebut, DUTAQU Kabupaten Cianjur bersama berbagai organisasi yang terlibat mendorong terpeliharanya kebersamaan antara ulama, umara, santri, dan masyarakat. Sinergi lintas elemen diharapkan dapat melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan peradaban dunia.
Semangat Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan. Nilai keikhlasan, kedisiplinan, cinta tanah air, dan pengabdian perlu terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari pesantren, generasi penerus bangsa ditempa. Melalui bimbingan ulama, nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan diwariskan kepada generasi berikutnya.
DUTAQU Kabupaten Cianjur mengusung semangat menguatkan syiar Al-Qur’an, menghidupkan semangat santri, dan mengabdi untuk negeri. Santri hebat, Indonesia kuat.






Tinggalkan Balasan