Prabowo Targetkan 1.386 Kampung Nelayan hingga Akhir 2026, Ambisi Ekonomi Biru atau Sekadar Kejar Target?

GORONTALO – Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026). Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi biru, meski tantangan besar menanti dalam realisasi ribuan desa nelayan di seluruh Indonesia.

Dalam tinjauannya, Presiden menyoroti keberadaan fasilitas penunjang yang sudah mulai beroperasi di lokasi tersebut. “Saya lihat tadi sudah ada pembuat es di sini, sudah ada gudang pendingin (cold storage), beberapa fasilitas. Ini memang niat kita untuk memberdayakan semua nelayan di Indonesia,” ujar Presiden Prabowo yang dipantau secara daring dari Jakarta.

Baca Juga:  Intervensi Prabowo di Industri Ojol: Potongan Aplikator Dipangkas Jadi 8 Persen, GoTo-Grab Siaga Perubahan

Presiden menekankan bahwa pemberdayaan nelayan bukan sekadar urusan ekonomi makro, melainkan fondasi bagi swasembada pangan nasional. Nelayan ditempatkan sebagai garda terdepan dalam penyediaan protein hewani untuk meningkatkan gizi masyarakat.

Namun, di balik narasi penguatan gizi ini, pemerintah menghadapi tantangan distribusi dan aksesibilitas pangan laut yang belum merata. Penguatan peran nelayan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik kampung, tetapi juga memastikan hasil tangkapan nelayan mampu terserap pasar domestik guna menekan angka stunting melalui konsumsi ikan.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: Presiden Prabowo Sudah Tiba di Monas Hadiri May Day 2026

Pemerintah mematok target yang sangat agresif. Dari sekitar 12.000 desa nelayan di Tanah Air, Kepala Negara menargetkan pembangunan 1.386 Desa/Kampung Nelayan hingga akhir tahun 2026.

“Tahun depan kita akan bangun lagi. Berapa tahun depan? Seribu. Dan seterusnya kita akan bangun tiap tahun seribu,” tegas Presiden.

Kecepatan pembangunan ini memicu pertanyaan mengenai kualitas infrastruktur dan keberlanjutan program di lapangan. Publik berharap pembangunan “Seribu Kampung” tiap tahun ini dibarengi dengan manajemen koperasi yang sehat, bukan sekadar proyek fisik yang terbengkalai setelah diresmikan.

Baca Juga:  Reshuffle Terbatas Kabinet Prabowo, Aktivis Buruh Jumhur Hidayat Dikabarkan Masuk Jajaran Pejabat yang Dilantik Hari Ini

Selain infrastruktur desa, pemerintah berencana membangun 1.582 kapal ikan tahun ini untuk dibagikan sebagai bantuan melalui koperasi nelayan. Langkah ini menjadi ujian bagi transparansi penyaluran bantuan bantuan pemerintah agar tepat sasaran kepada nelayan kecil, bukan kepada pemain besar yang berlindung di balik bendera koperasi.

Target ambisius swasembada laut ini kini menjadi pertaruhan besar bagi Kabinet Prabowo untuk membuktikan bahwa ekonomi biru benar-benar mampu mengubah nasib 12 ribu desa pesisir di Indonesia secara substansial.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *