JAKARTA — Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyayangkan munculnya berbagai narasi dan framing negatif yang menyerang gerakan buruh pasca-peringatan May Day 2026. Andi Gani menilai ada upaya sistematis untuk mendiskreditkan buruh melalui isu pembagian sembako yang menjauh dari substansi perjuangan.
Andi Gani menegaskan bahwa kehadiran ratusan ribu buruh di Monas pada peringatan May Day dilakukan secara damai dan bermartabat. Namun, ia menyoroti tren di media sosial yang justru diramaikan oleh konten yang seolah-olah menunjukkan bahwa idealisme buruh dapat “dibeli” dengan paket sembako.
“Ini kan menciptakan narasi-narasi yang negatif buat menyerang gerakan buruh gitu loh. Nah saya melihat, saya memantau media-media sosial, banyak juga yang bukan dari buruh membela gitu. Lho kok malah tiba-tiba yang menyerang sembako seperti ingin mem-bully gerakan buruh gitu lho, nah ini yang saya sesalkan,” ujar Andi Gani kepada Kompas.com, Rabu (6/5/2026).
Andi Gani juga menyoroti adanya akun-akun media sosial tertentu yang secara spesifik membuat konten yang merinci isi paket sembako dengan nada menghina. Baginya, tindakan tersebut merupakan bentuk pelecehan nyata terhadap gerakan buruh. Pihaknya menyatakan akan mengambil langkah serius, termasuk mempertimbangkan jalur hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai telah melampaui batas.
“Kita akan, sedang kita diskusikan (bawa ke ranah hukum) karena ini jadi serius masalah ini dan sudah menyerang narasi-narasi negatif kepada pribadi-pribadi pimpinan buruh lho. Itu kan sudah agak melenceng dari apa yang kita sampaikan di masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Andi Gani menjelaskan bahwa peringatan May Day tahun ini merupakan pencapaian besar karena aspirasi buruh diterima langsung oleh Presiden. Menurutnya, hal tersebut merupakan praktik demokrasi yang patut diapresiasi karena jarang terjadi di negara lain.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat luas serta sejumlah influencer yang justru membela gerakan buruh di media sosial. Dukungan dari pihak luar buruh tersebut dinilai sangat membantu dalam meluruskan narasi negatif dan menjaga marwah perjuangan kelas pekerja di Indonesia.***



Tinggalkan Balasan