GUGAH – Arus Informasi Santri Nusantara (AISNU) Bogor Raya sukses menyelenggarakan Kopi Darat Daerah (Kopdarda) 1 yang dirangkai dengan Halaqoh Santri Nusantara dan Silaturahmi Santri se-Bogor Raya.
Bertempat di Pondok Pesantren Budi Guna, Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, pada Minggu (25/10/2026), kegiatan ini menjadi momentum penting konsolidasi gerakan dakwah digital sekaligus wadah advokasi bagi santri.
Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan dari 50 pesantren se-Bogor Raya ini dibuka dengan agenda formal dan pelantikan pengurus AISNU Bogor Raya.
Dalam pelantikan tersebut, Abdul Azis Al Gifari secara resmi dikukuhkan sebagai Koordinator Daerah (Korda) AISNU Bogor Raya.
Acara ini mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen strategis nahdliyin dan pemerintahan.
Turut hadir Tuan Rumah Pondok Pesantren Budi Guna yang diwakili oleh K.H. Reza Zulkifli Syakir; perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Bogor, K.H. Robby Syamsi; perwakilan PC GP Ansor Kabupaten Bogor, Sahabat Septa Aji; jajaran PC IPNU Kabupaten Bogor; serta perwakilan Sopir Kiai Nusantara (SKNU), Sahabat Bandan Niji.
Dari jajaran struktural Nahdlatul Ulama, hadir perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Citeureup, yakni Katib Syuriah K.H. Ade Abdul Manan dan Wakil Ketua Kiayi Ade Solahuddin.
Sementara dari garis koordinasi AISNU, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pimpinan Pusat (Kornas) AISNU diwakili Muallif Wijdan Kayis, serta Pengurus Wilayah (Korwil) AISNU Jawa Barat yang diwakili oleh Ahmad Rohiman dan Muhammad Hirzy.
Selain mempererat ukhuwah, Kopdarda 1 ini menjadi forum strategis yang membahas isu-isu kekinian di dunia kepesantrenan.
Seluruh pimpinan dan pengurus pesantren yang hadir berdiskusi interaktif untuk menyatukan visi dan misi, khususnya dalam memitigasi tindakan-tindakan di luar etika yang rentan terjadi di lingkungan pendidikan, salah satunya adalah isu kekerasan seksual.
Sebagai langkah konkret dan responsif terhadap tantangan tersebut, AISNU Bogor Raya secara resmi meluncurkan “Satgas Sarungan”.
Satgas Sarungan merupakan layanan posko dan pelaporan pengaduan terintegrasi bagi para santri.
Inisiatif ini dibentuk sebagai upaya mitigasi, pencegahan, sekaligus perlindungan berlapis agar pesantren tetap menjadi ruang aman dan nyaman yang menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul karimah.
Koordinator Daerah AISNU Bogor Raya, Abdul Azis Al Gifari, menegaskan bahwa santri saat ini tidak hanya dituntut untuk mahir mengaji, tetapi juga harus melek terhadap dinamika sosial dan teknologi.
“Kopdarda 1 dan peluncuran Satgas Sarungan ini adalah bukti nyata bahwa santri tidak gagap zaman. AISNU Bogor Raya berkomitmen untuk tidak hanya menjadi garda terdepan dalam menyuarakan dakwah Islam Ahlussunah wal Jama’ah An-Nahdliyah yang menyejukkan di ruang digital, tetapi juga turun tangan langsung memberikan solusi atas isu-isu di akar rumput. Satgas Sarungan adalah wujud kepedulian kita agar pesantren selalu menjadi tempat yang paling aman bagi generasi bangsa untuk menuntut ilmu,” tegas Azis.
Melalui konsolidasi 50 pesantren ini, AISNU Bogor Raya berharap dapat terus membangun ekosistem digital yang sehat, menangkal disinformasi, dan menjadikan santri sebagai subjek aktif dalam menjaga peradaban yang beretika, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.***





Tinggalkan Balasan