Kuota Haji Jawa Barat 2027 Masih Dinamis, Bisa Berubah Berdasarkan Urutan Provinsi

|

GUGAH – Kuota haji Jawa Barat 2027 di setiap kabupaten/kota masih berpotensi berubah. Perubahan itu bergantung pada hasil verifikasi, pelunasan biaya haji, hingga pengisian kuota oleh jemaah cadangan berdasarkan nomor urut tingkat provinsi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian, mengatakan jumlah jemaah yang tercatat saat ini belum menjadi angka final karena proses verifikasi dan pelunasan masih berlangsung.

Berdasarkan rekapitulasi sementara verifikasi jemaah haji Jawa Barat 1448 Hijriah/2027 Masehi, terdapat 29.372 calon jemaah. Jumlah itu terdiri atas 27.890 jemaah reguler sesuai nomor urut dan 1.482 jemaah lansia.

Kota Bekasi menjadi daerah dengan jumlah calon jemaah terbanyak, yakni 3.343 orang. Berikutnya Kabupaten Bogor 3.310 jemaah, Kabupaten Bekasi 2.965 jemaah, Kabupaten Cirebon 2.470 jemaah, dan Kota Bandung 2.049 jemaah.

Baca Juga:  Faisyal Buka Turnamen MLBB Ansor Bantargebang, Dorong E-Sports Jadi Wadah Positif Generasi Muda

Sebaliknya, jumlah calon jemaah paling sedikit tercatat di Kota Banjar yang hanya delapan orang dan Kota Sukabumi 26 orang. Sementara Kabupaten Bandung Barat memiliki kuota awal sebanyak 462 jemaah.

Boy menjelaskan, kuota awal diberikan kepada jemaah yang berhak melunasi biaya haji. Setelah proses verifikasi selesai, pemerintah akan mengisi kuota yang kosong dengan jemaah cadangan apabila ada calon jemaah yang tidak melunasi atau membatalkan keberangkatan.

“Setelah kita tahu ada yang mau melunasi, ada yang tidak, nanti cadangan yang di bawahnya kita naikkan kalau sudah ada konfirmasi tidak melunasi,” kata Boy, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Baca Juga:  Dasasila Pergerakan Dikumandangkan pada Harlah PMII ke-66 dan Pelantikan PKC PMII Jabar

Menurut Boy, penggantian jemaah tidak selalu berasal dari kabupaten atau kota yang sama. Penentuan jemaah cadangan kini mengacu pada nomor urut tingkat Provinsi Jawa Barat.

Ia mencontohkan, apabila terdapat 10 calon jemaah dari Kabupaten Bandung Barat yang tidak melunasi biaya haji, penggantinya belum tentu berasal dari daerah tersebut. Jika secara keseluruhan ada 5.000 calon jemaah di Jawa Barat yang batal melunasi, jemaah cadangan akan dipanggil sesuai urutan provinsi. Dengan demikian, penggantinya bisa berasal dari kabupaten atau kota lain.

Akibat mekanisme tersebut, jumlah jemaah di setiap daerah masih dapat berubah selama tahapan pelunasan berlangsung. Selain karena batal melunasi, perubahan juga bisa terjadi apabila ada calon jemaah yang tidak memenuhi syarat kesehatan atau mengundurkan diri.

Baca Juga:  Gugun Gumilar Bantah Narasi Gontor Tegur Presiden: Hoaks Murahan dan Fitnah

“Bisa saja kuota awal Bandung Barat 462 tiba-tiba jadi 464,” ujarnya.

Boy menegaskan, pemerintah belum bisa memastikan jumlah akhir jemaah setiap kabupaten/kota karena seluruh penyesuaian dilakukan berdasarkan urutan provinsi.

“Kita tidak bisa mengunci ini kuota Bandung Barat 464 atau 462. Datanya dinamis karena berdasarkan urutan provinsi,” ucapnya.

Dengan mekanisme tersebut, jumlah final jemaah haji dari masing-masing daerah di Jawa Barat baru akan diketahui setelah seluruh proses verifikasi dan pelunasan selesai.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran