GUGAH – Bursa calon Wakil Bupati Bekasi mulai menghangat setelah Asep Surya Atmaja resmi dilantik sebagai Bupati Bekasi. Nama anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Christin Novalia Simanjuntak, mencuat sebagai salah satu figur yang berpotensi mengisi kursi orang nomor dua di Kabupaten Bekasi.
Christin tak menampik kesiapannya apabila mendapat mandat dari partai. Namun, ia memilih menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya proses pencalonan kepada mekanisme internal PDI Perjuangan serta kesepakatan partai koalisi.
“Kalau terkait posisi wakil, kan ada mekanismenya sendiri. Jadi, tunggu saja pengumuman resmi dari partai. Saat ini saya masih fokus menjalankan tugas sebagai anggota DPRD,” ujar Christin, Sabtu (24/10/2026).
Pernyataan tersebut muncul di tengah kebutuhan pemerintahan Kabupaten Bekasi untuk segera memiliki wakil bupati definitif. Terlebih, Asep secara terbuka menyatakan membutuhkan pendamping dalam menjalankan roda pemerintahan.
Sebagai kader PDI Perjuangan, Christin menegaskan kesiapannya menjalankan keputusan partai, termasuk jika dipercaya mendampingi Asep Surya Atmaja.
Meski demikian, ia tidak ingin mengesankan bahwa dirinya tengah memburu jabatan tersebut.
“Saya sebagai kader siap apabila diamanahkan suatu posisi. Tapi, menurut saya, posisi itu bukan sesuatu yang perlu dikejar-kejar. Saya siap mengemban amanah apa pun yang diperintahkan partai kepada saya,” tegasnya.
Sikap tersebut sekaligus menegaskan bahwa kemunculan namanya dalam bursa calon wakil bupati belum dapat diartikan sebagai keputusan resmi PDI Perjuangan.
Hingga pernyataan itu disampaikan, Christin belum mengonfirmasi adanya penugasan maupun rekomendasi partai terkait pencalonannya.
Di tengah mencuatnya namanya, Christin mengakui memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Asep Surya Atmaja.
Kedekatan itu terbangun sejak kontestasi Pilkada Kabupaten Bekasi, ketika Christin turut terlibat dalam tim pemenangan Asep.
“Saya memang sudah akrab dengan Pak Asep. Saya termasuk tim Asep saat kampanye. Saya dulu benar-benar berjuang untuk memenangkan mereka,” ungkapnya.
Kendati memiliki hubungan politik dan kedekatan personal dengan Asep, Christin menegaskan hal tersebut tidak otomatis menempatkan dirinya sebagai calon wakil bupati.
Menurutnya, keputusan pengusungan tetap menjadi kewenangan partai dan harus melalui proses politik yang berlaku.
“Saya tidak bisa berbicara mewakili partai kalau terkait dengan itu. Kita tunggu saja mekanisme yang ada dan pengumuman resminya,” katanya.
Dengan demikian, kedekatan politik Christin dan Asep belum menjadi jaminan terbentuknya pasangan kepemimpinan baru di Kabupaten Bekasi.
Sementara itu, Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyampaikan secara terbuka bahwa dirinya membutuhkan wakil bupati untuk membantu menjalankan pemerintahan.
Ia tidak mempermasalahkan siapa pun figur yang nantinya diusulkan partai koalisi, sepanjang prosesnya mengikuti mekanisme yang berlaku.
“Saya sangat butuh wakil bupati, saya tegasin lagi nih. Saya butuh wakil,” kata Asep.
Asep menyerahkan proses penjaringan dan penentuan kandidat kepada partai-partai koalisi pengusung.
Ia mempersilakan koalisi membangun komunikasi politik untuk menyepakati dua nama yang selanjutnya diajukan melalui mekanisme pemilihan di DPRD Kabupaten Bekasi.
“Semua tergantung partai koalisi, saya tinggal menunggu duduk manis saja,” ujarnya.
Pernyataan Asep memperlihatkan bahwa pengisian kursi wakil bupati kini bergantung pada kesepakatan politik partai-partai pengusung.
Partai yang disebut memiliki peran dalam proses tersebut meliputi PDI Perjuangan, Partai Buruh, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Bulan Bintang (PBB).
Di balik dinamika penjaringan calon, pengisian jabatan Wakil Bupati Bekasi memiliki arti penting bagi keberlangsungan pemerintahan daerah.
Keberadaan wakil bupati diharapkan dapat memperkuat koordinasi birokrasi, mempercepat pelaksanaan program pembangunan, dan membantu kepala daerah menangani berbagai persoalan masyarakat.
Christin sendiri berharap kepemimpinan Asep Surya Atmaja mampu membawa perbaikan nyata bagi Kabupaten Bekasi, terutama dalam pelayanan publik.
“Setelah Pak Asep resmi dilantik, kita berharap Bekasi semakin baik, semakin bagus, dan semakin maju. Pada intinya, fokus pada pelayanan masyarakat, karena pelayanan masyarakat itu luas, termasuk pendidikan dan jalan,” tuturnya.
Harapan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembahasan calon wakil bupati semestinya tidak berhenti pada kedekatan personal, kepentingan koalisi, maupun pembagian posisi politik.
Kemampuan calon dalam memahami persoalan daerah, membangun kerja sama pemerintahan, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat juga perlu menjadi pertimbangan.
Sebab, di tengah kebutuhan peningkatan kualitas pendidikan, pembangunan infrastruktur, dan pelayanan dasar, masyarakat Kabupaten Bekasi berkepentingan mendapatkan pasangan kepala daerah yang mampu bekerja secara efektif.
Kini, keputusan berada di tangan partai koalisi. Sementara nama-nama kandidat mulai bermunculan, publik menunggu bukan hanya siapa yang akan mendampingi Asep, tetapi juga apa yang bisa dikerjakan pasangan kepemimpinan tersebut untuk Kabupaten Bekasi.***





Tinggalkan Balasan