GUGAH – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperketat proses seleksi calon Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) sebagai upaya memperkuat deteksi dini terhadap potensi konflik dan gangguan ketertiban di wilayahnya.
Seleksi yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bogor itu memasuki tahap wawancara dan pemaparan makalah pada Rabu (21/10/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa FKDM memiliki peran strategis dalam membaca potensi kerawanan sejak dini. Menurutnya, forum tersebut tidak boleh sekadar menjadi organisasi formal, melainkan harus mampu menjadi sumber informasi awal bagi pemerintah daerah.
“Lebih baik mengenali dan mencegah potensi kerawanan daripada terlambat merespons ketika masalah sudah terlanjur meletus menjadi konflik,” kata Denny.
Ia menilai tantangan yang dihadapi Kota Bogor semakin kompleks, mulai dari potensi gesekan sosial, isu intoleransi, penyebaran hoaks, hingga gangguan ketertiban umum. Karena itu, FKDM membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki kemampuan analisis serta memahami kondisi di lapangan.
Untuk memastikan proses seleksi berjalan objektif, Pemkot Bogor melibatkan tim penguji dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), Badan Intelijen Negara (BIN), dan unsur Pemerintah Kota Bogor. Keterlibatan berbagai pihak itu diharapkan menghasilkan penilaian yang menggabungkan perspektif akademik, intelijen, dan kebutuhan pemerintahan daerah.
“Saya minta penilaian objektif berbasis kompetensi. Jangan ada pertimbangan kedekatan, senioritas, atau hal subjektif lainnya. Kita butuh gagasan yang realistis, inovatif, dan terukur,” ujarnya.
Denny berharap Ketua FKDM yang terpilih mampu membawa lembaga tersebut lebih aktif dalam memberikan rekomendasi kepada pemerintah, khususnya terkait langkah-langkah pencegahan konflik dan penguatan kewaspadaan dini di Kota Bogor.***





Tinggalkan Balasan