Gebrakan Prabowo di Cilacap, Tandai Dimulainya 13 Proyek Hilirisasi Strategis Nasional Tahap Kedua

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai fase baru transformasi ekonomi Indonesia dengan menandai dimulainya 13 proyek hilirisasi strategis tahap kedua secara serentak di berbagai wilayah. Langkah simbolis yang dilakukan di Cilacap, Jawa Tengah, ini menjadi sinyal kuat komitmen kepemimpinan nasional dalam mempercepat peningkatan nilai tambah aset negara.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, memproyeksikan bahwa seluruh rangkaian proyek ini akan memberikan dampak sosial-ekonomi yang masif, termasuk penciptaan lapangan kerja baru bagi sekitar 600.000 orang di seluruh Indonesia.

Rosan memaparkan bahwa pembangunan fase kedua ini dilaksanakan secara serentak di 13 titik strategis, menyusul keberhasilan fase pertama yang telah merampungkan 11 lokasi proyek pada awal Februari lalu. Dalam laporannya, Rosan menekankan bahwa masifnya pembangunan industri ini adalah bentuk nyata dari visi Presiden untuk mengoptimalkan kekayaan alam demi kemakmuran rakyat.

Baca Juga:  Intervensi Prabowo di Industri Ojol: Potongan Aplikator Dipangkas Jadi 8 Persen, GoTo-Grab Siaga Perubahan

“Kalau kita lihat dari proyek-proyek yang kita jalankan ini, akan menciptakan lapangan pekerjaan mencapai kurang lebih 600.000 orang,” tutur Rosan dalam siaran video Sekretariat Presiden di Jakarta pada Rabu (29/4/2026).

Cakupan proyek hilirisasi tahap kedua ini sangat luas, mulai dari sektor energi hingga pertanian. Di antaranya adalah pembangunan fasilitas kilang gasoline di Cilacap dan Dumai, pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, hingga manufaktur stainless steel, nikel, dan slab baja karbon. Sektor hilirisasi tembaga, emas, biji besi, serta produksi aspal juga menjadi prioritas. Sementara di sektor pertanian, fokus diarahkan pada pengolahan minyak sawit menjadi biodiesel dan produk oleofood, serta hilirisasi produk kelapa dan pala guna memperkuat kedaulatan pangan dan energi nasional.

Baca Juga:  Reshuffle Terbatas Kabinet Prabowo, Aktivis Buruh Jumhur Hidayat Dikabarkan Masuk Jajaran Pejabat yang Dilantik Hari Ini

Selain sektor industri berat, tahap kedua ini juga mencakup kelanjutan dari berbagai pembangunan peternakan ayam terintegrasi di berbagai lokasi di Indonesia yang telah dimulai pada fase pertama. Kehadiran Danantara dalam proyek ini ditegaskan Rosan bukan hanya sebagai pengelola aset negara, melainkan bertindak sebagai katalisator utama transformasi ekonomi.

Mandat yang diberikan Presiden sangat jelas, yakni menciptakan efisiensi dan nilai tambah yang optimal agar aset negara dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas.

Baca Juga:  Hardiknas 2026: Abdul Mu’ti Paparkan Formula 3M dan Fondasi Ekosistem Pendidikan Terintegrasi

“Karena mandat kami adalah menciptakan nilai tambah, mengoptimalkan aset, menciptakan efisiensi, dan tentunya sebagai investasi negara untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia,” tegas Rosan.

Melalui instruksi langsung Presiden Prabowo di Cilacap ini, pemerintah optimistis bahwa percepatan hilirisasi tidak hanya akan memperkuat struktur ekonomi nasional, tetapi juga menjadi jawaban nyata atas kebutuhan lapangan kerja dan kemandirian industri di masa depan. Dengan target penyelesaian yang terukur, proyek ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan ekonomi Indonesia menuju negara maju.

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *