Dua Ruang Kelas SDN Cioray Tasikmalaya Ambruk, Siswa Belajar di Teras

|

gugah.co – Dua ruang kelas SD Negeri Cioray, Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, ambruk diduga akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dan diperparah hujan deras. Akibat kejadian tersebut, kegiatan belajar mengajar (KBM) terganggu. Para siswa kini terpaksa belajar di teras sekolah, ruang kantor, serta ruangan lain yang masih dinilai aman digunakan, Selasa (3/11/2026).

Peristiwa itu viral setelah video kondisi sekolah beredar di media sosial. Kepala SDN Cioray, Maya Nuraeni, membenarkan adanya dua ruang kelas yang ambruk. Beruntung, tidak ada siswa maupun guru yang berada di dalam ruangan saat kejadian.

“Benar, sekolah kami ada ruang kelas yang ambruk. Untungnya tidak ada siswa di dalam ruangan. Namun, kegiatan belajar menjadi terhambat,” ujar Maya.

Ia menjelaskan, selain dua ruang kelas yang telah roboh, tiga bangunan lainnya juga berada dalam kondisi memprihatinkan dan berpotensi ambruk. Sementara itu, satu ruangan tambahan sudah lama dikosongkan karena bagian atapnya lebih dulu roboh akibat lapuk.

Kondisi tersebut membuat sekolah hanya memiliki satu ruang kelas yang layak digunakan. Sejumlah rombongan belajar terpaksa digabung dalam satu ruangan, sementara sebagian siswa mengikuti pembelajaran di ruang kantor dan teras sekolah.

Baca Juga:  Gus Yaqut Sebut Penggunaan Mina Jadid Masih Diperbolehkan pada Tahun 2019

Menurut Maya, situasi tersebut berdampak pada kenyamanan dan konsentrasi belajar siswa. Saat hujan turun, air kerap masuk ke area yang digunakan untuk belajar sehingga proses pembelajaran semakin tidak optimal.

Pihak sekolah berharap pemerintah segera melakukan perbaikan atau pembangunan kembali ruang kelas yang rusak. Selain itu, bantuan tenda darurat juga dinilai dibutuhkan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih layak selama menunggu pembangunan.

GP Ansor: Keselamatan Siswa Harus Jadi Prioritas

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Tasikmalaya, Fahmi Siddiq, menyatakan keprihatinannya atas kondisi yang dialami para siswa SDN Cioray. Menurutnya, persoalan tersebut tidak sekadar menyangkut kerusakan bangunan, tetapi juga menyangkut keselamatan serta hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

“Tak usah prihatin soal siapa yang disadap ataupun siapa yang menyadap. Ternyata, untuk belajar saja masih sangat memprihatinkan,” kata Fahmi.

Baca Juga:  UMT Gandeng BK DPR RI, Siapkan Lulusan Hukum Yang Kompeten

Ia menilai pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, harus lebih serius menjadikan keselamatan peserta didik sebagai prioritas utama.

“Bayangkan betapa memalukan dan menjadi aib besar bagi daerah apabila sampai ada anak bangsa di Kabupaten Tasikmalaya yang kehilangan nyawa akibat kelalaian dalam kebijakan maupun penanganan oleh para pemangku kepentingan. Jangan sampai kita baru bergerak setelah jatuh korban,” tegasnya.

Fahmi juga mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran Dinas Pendidikan yang dinilainya cukup besar. Menurutnya, besarnya anggaran seharusnya diikuti dengan percepatan penanganan persoalan infrastruktur sekolah.

Ia mengkritisi alasan bahwa kerusakan sekolah telah diusulkan kepada pemerintah pusat. Menurutnya, kondisi bangunan yang membahayakan keselamatan siswa seharusnya segera ditangani oleh pemerintah daerah tanpa harus menunggu proses administrasi.

“Jangan sampai setiap persoalan hanya dijawab dengan alasan sudah diusulkan ke kementerian. Ketika bangunan sekolah sudah dalam kondisi membahayakan, pemerintah daerah harus segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah konkret. Keselamatan anak-anak tidak bisa menunggu proses administrasi yang berlarut-larut,” ujarnya.

Baca Juga:  Studi Banding Tata Kelola Desa Bali: Pansus 6 DPRD Purwakarta Perkuat Pembahasan Raperda

Apresiasi Respons Cepat Kapolres Tasikmalaya

Di tengah lambannya penanganan infrastruktur sekolah, Fahmi mengapresiasi langkah cepat Kapolres Tasikmalaya, AKBP Ade Papa Rihi, yang langsung turun ke lokasi setelah menerima informasi mengenai kondisi SDN Cioray.

Menurut Fahmi, setelah dirinya menyampaikan informasi tersebut, Kapolres segera meninjau lokasi dan berinisiatif membantu penyediaan tenda darurat agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung.

“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat dan responsif Kapolres Tasikmalaya yang langsung turun ke lapangan. Bahkan, beliau akan membantu mendirikan tenda darurat agar anak-anak tetap bisa belajar untuk sementara waktu. Ini bentuk kepedulian nyata yang patut diapresiasi,” katanya.

Fahmi berharap langkah cepat tersebut menjadi pemicu bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, khususnya Dinas Pendidikan, untuk segera mengambil langkah konkret melalui penanganan permanen terhadap bangunan sekolah yang rusak.

“Pendidikan bukan sekadar membangun gedung atau menjalankan program, tetapi memastikan setiap anak dapat belajar dengan aman, nyaman, dan bermartabat. Pemerintah harus lebih peka terhadap kondisi nyata yang dihadapi masyarakat,” pungkasnya.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran