Kemensos Siapkan Pendampingan bagi Keluarga Korban Tragedi Kereta Bekasi, Gus Ipul: Kami Akan Bantu

JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan kesiapannya untuk berperan aktif dalam penanganan dampak psikososial dan ekonomi bagi keluarga korban kecelakaan hebat yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan–Cikarang.

Fokus utama dukungan kementerian saat ini adalah melakukan asesmen menyeluruh guna mengidentifikasi kebutuhan spesifik setiap keluarga korban agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa negara akan hadir memberikan pendampingan di luar mekanisme asuransi yang sudah ada.

Baca Juga:  Tinjau SRMP 7 Sukabumi, Mensos Gus Ipul Targetkan Siswa Sekolah Rakyat Capai 400 Ribu pada 2030

“Untuk korban kecelakaan, tentu kami akan melakukan asesmen kepada keluarga-keluarga korban. Jika ada yang membutuhkan pendampingan, dukungan, maupun pemberdayaan, akan kami bantu sesuai kebutuhan,” ujar Gus Ipul pada Rabu (29/4/2026).

Ia menambahkan bahwa meski santunan kematian umumnya sudah tertangani melalui mekanisme asuransi resmi, Kemensos akan tetap masuk untuk memberikan dukungan tambahan berdasarkan hasil asesmen di lapangan.

Tragedi berdarah yang terjadi pada Senin (27/4/2026) ini diduga dipicu oleh insiden awal di perlintasan Stasiun Bekasi Timur, di mana sebuah taksi listrik yang mogok di atas rel tertemper oleh KRL menuju Jakarta.

Baca Juga:  Buruh di Kota Bekasi Belum Sepenuhnya Sejahtera, Wakil Ketua Komisi IV: May Day Jangan Sekadar Seremonial

Kecelakaan awal tersebut menyebabkan gangguan jadwal yang memaksa satu rangkaian KRL relasi Cikarang berhenti di lintasan yang sama dengan KA Argo Bromo Anggrek.

Tak lama kemudian, kereta jarak jauh tersebut menghantam bagian belakang KRL yang sedang berhenti dengan benturan yang sangat keras.

Laporan di lapangan menyebutkan kerusakan signifikan terjadi akibat tabrakan tersebut, bahkan bagian depan KA jarak jauh dilaporkan menembus salah satu gerbong KRL, termasuk gerbong khusus perempuan yang menjadi titik terdampak paling parah.

Baca Juga:  KAI Jamin Masa Depan Pendidikan Anak Korban Insiden Bekasi Timur Melalui Program Asuransi Khusus

Di tengah upaya evakuasi yang terus berjalan, Gus Ipul memastikan jajarannya tetap berkomitmen menjaga akuntabilitas anggaran dalam setiap penyaluran bantuan sosial.

Petugas gabungan kini masih fokus pada penanganan darurat, sementara Kemensos mulai bergerak untuk memastikan pemulihan jangka panjang bagi keluarga yang ditinggalkan maupun korban luka.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *