Tinjau SRMP 7 Sukabumi, Mensos Gus Ipul Targetkan Siswa Sekolah Rakyat Capai 400 Ribu pada 2030

SUKABUMI – Setelah lebih dari sembilan bulan beroperasi sejak Juli 2025, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 7 Sukabumi kini bersiap menyambut gelombang siswa baru. Proses penjangkauan calon peserta didik dilakukan secara aktif melalui kolaborasi pendamping sosial dan pemerintah daerah dengan sasaran utama anak-anak dari keluarga miskin, mereka yang putus sekolah, maupun yang berisiko putus sekolah.

Seluruh proses penerimaan siswa dipastikan gratis, transparan, dan bebas dari praktik titipan. Seleksi calon siswa sepenuhnya mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) guna memastikan ketepatan sasaran bagi kelompok yang paling membutuhkan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan mandat langsung dari kepala negara. “Bapak Presiden secara khusus memberikan perhatian dan atensi kepada keluarga (prasejahtera) yang paling bawah dari sisi sosial ekonomi, yaitu di desil 1 dan 2 (DTSEN), untuk memberikan kesempatan belajar dengan lingkungan yang berkualitas,” ujar Gus Ipul saat meninjau SRMP 7 pada Jumat (1/5/2026).

Baca Juga:  Sumpah Prabowo di  Monas: Saya Jadi Presiden Karena Dukungan Kaum Buruh

Dalam kunjungannya, Gus Ipul mengapresiasi kerja keras para tenaga pendidik yang telah membawa perubahan signifikan pada kondisi fisik maupun mental para siswa. Ia mencatat bahwa tantangan di awal masa pembelajaran telah berhasil dilewati dan kini membuahkan hasil yang positif.

“Meskipun tentu di awal-awal dulu ada tantangan, tapi lihat kondisi anak-anak kita sekarang sudah jauh lebih nyaman, kemudian lebih bugar, dan lebih percaya diri,” katanya. Selain kebugaran fisik, Gus Ipul menambahkan bahwa para siswa kini sudah memiliki visi masa depan yang lebih terarah, dengan cita-cita mulai dari menjadi ASN, TNI, Polri, hingga dokter dan pengusaha. “Ada yang ingin jadi ASN, TNI, Polri, ada yang bercita-cita menjadi pengusaha, dokter, (dan) dosen,” jelasnya.

Baca Juga:  Raport Kemensos Hijau di Mata Ombudsman, Tapi …

Sejak beroperasi pada 14 Juli tahun lalu, Sekolah Rakyat telah menampung lebih dari 15 ribu siswa di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan daya tampung ini akan terus meningkat secara masif hingga mencapai ratusan ribu siswa dalam beberapa tahun ke depan:

  • Tahun Ajaran 2026/2027: Ditargetkan mencapai lebih dari 45 ribu siswa.

  • Tahun 2027: Target naik hingga lebih dari 100 ribu siswa.

  • Tahun 2028: Diproyeksikan mencapai lebih dari 200 ribu siswa.

  • Tahun 2029-2030: Target besar mencapai lebih dari 400 ribu siswa di seluruh tanah air.

Gus Ipul menekankan bahwa gerakan ini merupakan instrumen utama dalam memutus transmisi kemiskinan antar-generasi. “Ini adalah sebuah gerakan untuk memutus mata rantai kemiskinan lewat jalan yang paling teruji dan terpuji yaitu pendidikan,” tegasnya.

Baca Juga:  Kloter 13 JKS Berangkat, Jemaah Lansia Dominasi Calon Haji Sukabumi Tahun Ini

Dalam peninjauannya, Gus Ipul juga mengapresiasi pemanfaatan teknologi digital seperti smartboard di dalam kelas sebagai langkah konkret pendidikan yang adaptif. Ia juga berdialog hangat dengan para siswa di asrama untuk memotivasi mereka menggapai impian.

Saat ini, SRMP 7 Sukabumi menampung 100 peserta didik yang terdiri dari 46 laki-laki dan 54 perempuan dengan rentang usia 13 hingga 16 tahun. Proses belajar mengajar didukung oleh 12 guru, 7 wali asrama, 13 wali asuh, dan 1 tenaga kesehatan. Selain akademik, siswa dibekali kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka dan Paskibra, serta kegiatan kokurikuler yang mencakup kewirausahaan, berkebun, hingga mengaji.as skala program nasional ini.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *