JAKARTA — Di tengah sorotan publik terkait berbagai program bantuan sosial, Kementerian Sosial (Kemensos) justru mendapat angin segar dari Ombudsman Republik Indonesia.
Dalam pertemuan di kantor Kemensos, Selasa (5/5/2026), Ombudsman secara terang-terangan mengapresiasi proaktifnya kementerian di bawah komando Saifullah Yusuf atau Gus Ipul ini dalam merespons aduan masyarakat.
Anggota Ombudsman RI, Maneger Nasution, menyebut Kemensos sebagai salah satu lembaga yang paling rajin menindaklanjuti rekomendasi perbaikan. Berdasarkan penilaian tahun 2025, Kemensos mengantongi skor 87,27 dengan predikat kualitas pelayanan “Baik”.
Meski angka ini tergolong tinggi, Ombudsman mengingatkan bahwa tantangan terberat adalah mempertahankan konsistensi di lapangan agar tidak terjadi maladministrasi.
Menanggapi rapor tersebut, Gus Ipul mengakui pihaknya masih jauh dari kata sempurna. Namun, ia mengklaim tujuh poin saran krusial dari Ombudsman tahun lalu, khususnya terkait Program Strategis Nasional (PSN) Sekolah Rakyat, sudah mulai dikerjakan. Langkah tersebut mencakup penguatan dasar hukum hingga pengembangan sistem monitoring digital.
“Setiap rekomendasi kita tindak lanjuti dalam bentuk revisi regulasi untuk meningkatkan layanan dan mencegah penyalahgunaan wewenang, termasuk korupsi. Belum sempurna, tapi terus meningkat,” ujar Gus Ipul.
Pernyataan Gus Ipul ini seolah menjadi janji manis untuk membersihkan wajah Kemensos dari praktik lancung. Sebagai langkah formal, Kemensos dan Ombudsman sepakat untuk segera menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) guna memperkuat pengawasan.
Kerja sama ini diharapkan bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi ‘rem’ agar program Sekolah Rakyat yang jadi prioritas Presiden Prabowo Subianto benar-benar tepat sasaran.
“Kementerian ini relatif terdepan dalam pandangan kita untuk melakukan perbaikan dan menindaklanjuti rekomendasi.” kata Maneger Nasution, Anggota Ombudsman RI.***



Tinggalkan Balasan