PCNU Garut Kukuhkan MWCNU Sukaresmi, Bidik 50 Anak Ranting dan Kemandirian Ekonomi

|

GUGAH – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut melantik pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sukaresmi masa khidmat 2026–2031 bersama tujuh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU), Sabtu (10/10/2026).

Pelantikan yang berlangsung di Pondok Pesantren Farohan, Kampung Parohan, Desa Cintadamai, Kecamatan Sukaresmi, itu dirangkaikan dengan musyawarah kerja untuk merumuskan program dan target organisasi selama masa khidmat.

Prosesi pelantikan dipimpin Rais Syuriyah PCNU Garut KH. Rd. Amin Muhyiddin M., didampingi Wakil Rais KH. Deden Badrussalam dan KH. Muhammad Ali, setelah pembacaan surat keputusan oleh Wakil Sekretaris PCNU Garut, Aceng Mumu Muhammad.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran MWCNU dan PRNU, koordinator lembaga dan badan otonom (banom), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kementerian Agama, serta Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Sukaresmi.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Shalawat Badar, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan Mars Subbanul Wathan.

Suasana semakin semarak melalui penampilan santri dan santriah Pondok Pesantren Farohan yang membawakan Shalawat Nahdliyyah serta Mars Hari Santri Nasional.

Dalam mauidzah hasanah, Ketua Tanfidziyah PCNU Garut KH. Atjeng Abdul Wahid menyampaikan arahan kepada pengurus yang baru dilantik agar menjalankan amanah organisasi melalui kerja nyata dan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:  Empat Hari Buron, Pelarian RA Berakhir di Saung Tengah Sawah

Sementara itu, Rais Syuriyah MWCNU Sukaresmi KH. A. Aup Fauzani menyampaikan khutbah iftitah sekaligus mengapresiasi kehadiran jajaran PCNU Garut dalam momentum penguatan organisasi tersebut.

Musyawarah kerja menjadi bagian penting dari agenda pelantikan karena pengurus tidak hanya menetapkan kepengurusan, tetapi juga merumuskan target kerja yang terukur.

Di bidang organisasi, MWCNU Sukaresmi menargetkan penguatan struktur hingga 50 anak ranting pada Oktober–Desember 2026, disertai pembenahan administrasi, rapat koordinasi rutin, serta kunjungan ke ranting sekurang-kurangnya setiap dua bulan.

Penguatan organisasi juga diarahkan pada pembentukan dan pengembangan enam badan otonom, yakni Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Pergunu, IPNU, dan IPPNU.

Melalui konsolidasi berjenjang, MWCNU Sukaresmi diharapkan memiliki struktur yang semakin kuat serta mampu menggerakkan kegiatan keagamaan, kaderisasi, dan sosial hingga tingkat akar rumput.

Di bidang pendidikan dan dakwah, program yang direncanakan mencakup pendataan masjid, majelis taklim, madrasah diniyah, serta lembaga pendidikan yang berafiliasi dengan NU.

Baca Juga:  PCNU Garut Kukuhkan Pengurus RMI NU dan Koordinator Kecamatan

Pengurus juga menyiapkan kegiatan Lailatul Ijtima dan Yaumul Ijtima secara bergilir, pengajian rutin, Bahtsul Masail, Bahtsul Kitab, pelatihan dai muda, dakwah digital, serta penguatan materi Aswaja dan ke-NU-an di lingkungan pendidikan.

Pengembangan kader akan dilakukan melalui pertemuan rutin, kajian AD/ART NU, penguatan akidah di tingkat anak ranting, serta pendidikan dasar kader penggerak NU.

Pada saat yang sama, MWCNU Sukaresmi berencana berpartisipasi dalam Musyawarah Dusun dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa untuk menyampaikan aspirasi masyarakat serta mendorong program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga.

Kemandirian ekonomi menjadi salah satu agenda yang turut mendapat perhatian dalam musyawarah kerja. MWCNU Sukaresmi merencanakan penguatan donatur tetap, gerakan Koin NU, serta pengembangan usaha produktif, termasuk gagasan produksi kopi yang diharapkan dapat membuka peluang pemberdayaan ekonomi warga Nahdliyin secara berkelanjutan.

Dalam pemaparan musyawarah kerja, kas MWCNU Sukaresmi disebut berada di kisaran Rp139 juta, yang bersumber dari kontribusi jamaah dan para donatur. Modal tersebut menjadi salah satu potensi pendukung kegiatan organisasi, dengan pengelolaan yang perlu dijalankan secara tertib, transparan, dan bertanggung jawab berdasarkan prioritas program serta ketentuan organisasi.

Baca Juga:  Hadir Ditengah Umat Kritiani Gereja Cikopo, Stafsus Menag: Terus Lanjutkan, Kita Bantu Dana

Selain sektor ekonomi, MWCNU Sukaresmi juga telah memiliki ambulans untuk mendukung pelayanan kesehatan dan kemanusiaan bagi masyarakat selama 24 jam.

Keberadaan ambulans ini menjadi salah satu bentuk pelayanan yang sudah berjalan, sementara rencana pengembangan klinik diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan bagi warga di kemudian hari.

Pelayanan sosial lainnya direncanakan melalui khitanan massal bagi warga kurang mampu, bantuan kebencanaan, serta dukungan bagi anak yatim dan keluarga prasejahtera.

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa penguatan organisasi diarahkan tidak hanya untuk membangun struktur jam’iyyah, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui pelantikan dan musyawarah kerja ini, MWCNU Sukaresmi diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, mengembangkan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah, serta memperluas kontribusi dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan pelayanan sosial.

Pelaksanaan program akan membutuhkan komitmen pengurus, partisipasi warga Nahdliyin, serta sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan agar target yang dirumuskan dapat diwujudkan secara bertahap.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran