GUGAH – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bandung melontarkan kritik terhadap kondisi perekonomian dan demokrasi nasional. Organisasi mahasiswa tersebut menilai pemerintah belum menunjukkan keberpihakan yang kuat kepada kepentingan masyarakat.
Kader GMNI Cabang Bandung, Benny Sitanggang, menegaskan bahwa beban hidup yang menghimpit masyarakat hari ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan akibat dari kebijakan struktural yang keliru. Ia secara frontal menyatakan bahwa kondisi ini menjadi bukti nyata hilangnya empati penguasa.
“Melejitnya harga pangan, daya beli rakyat yang remuk, pendidikan yang dikapitalisasi, hingga demokrasi yang dibungkam adalah bukti telanjang. Negara sedang berkhianat pada amanat penderitaan rakyat!” tegas Benny Sitanggang, Jumat (18/6).
“Kesengsaraan rakyat hari ini bukan takdir. Ini skenario struktural yang dirancang untuk menindas!” ujar Benny menambahkan pernyataannya.
Menurutnya, masyarakat saat ini dihadapkan pada kenaikan harga pangan, melemahnya daya beli, hingga ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK). Di sisi lain, ia menilai pemerintah lebih memprioritaskan proyek-proyek berskala besar yang belum menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat.
“Negara lebih sibuk poles data makro ketimbang isi piring nasi rakyat. Ini pembusukan demokrasi!” tegasnya.
Sebagai bentuk sikap organisasi, GMNI Cabang Bandung menyampaikan enam tuntutan kepada pemerintah, yakni:
1. Menghentikan proyek-proyek yang dinilai tidak mendesak dan mengalihkan anggaran ke sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, serta penciptaan lapangan kerja.
2. Menolak perluasan peran TNI dan Polri di ranah sipil demi menjaga prinsip demokrasi dan semangat Reformasi 1998.
3. Memperbaiki tata kelola distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.
4. Menghentikan praktik komersialisasi pendidikan dan memperkuat peran negara dalam menjamin akses pendidikan yang terjangkau.
5. Mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengendalikan inflasi guna melindungi daya beli masyarakat.
6. Menindak tegas mafia pangan, memperbaiki rantai distribusi, dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
GMNI Cabang Bandung menegaskan kritik tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa. Mereka berharap pemerintah kembali berfokus pada amanat konstitusi untuk melindungi dan menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.***



Tinggalkan Balasan