CIANJUR – Semangat kebersamaan dan kekeluargaan kembali terlihat nyata di Kampung Rawasalak, RT 03 RW 04, Desa Gelaranyar, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur. Puluhan warga turun ke jalan pada Kamis (7/5/2026) untuk melaksanakan kegiatan gotong royong memperbaiki dan membangun jalan desa secara swadaya.
Kegiatan ini murni digagas dan dibiayai oleh masyarakat setempat. Ustad Hendi, tokoh masyarakat setempat, menjelaskan bahwa seluruh anggaran yang digunakan berasal dari hasil pengumpulan dana sukarela atau iuran warga.
“Kegiatan ini murni hasil swadaya masyarakat. Anggarannya berasal dari iuran warga yang ingin melihat jalan di lingkungan mereka menjadi lebih baik dan layak dilalui,” ujar Kang Hendi.
Menurutnya, jalan yang sedang diperbaiki ini memiliki fungsi yang sangat vital karena merupakan jalur penghubung antarwilayah. Jalan ini tidak hanya digunakan oleh warga Desa Gelaranyar, tetapi juga menjadi akses utama bagi warga dari dua kecamatan yang berbeda.
“Jalan ini adalah jalan lintas yang menghubungkan Kecamatan Pagelaran dan Kecamatan Sukanagara. Jadi, penggunaannya bukan hanya warga lokal, tapi juga dilalui oleh warga dari dua kecamatan,” jelasnya.
Melihat pentingnya fungsi jalan tersebut sebagai urat nadi mobilitas masyarakat, warga pun berinisiatif untuk tidak menunggu bantuan dan langsung bergerak memperbaikinya bersama-sama.
Meski semangat warga sudah sangat tinggi dan tenaga kerja tersedia melimpah, pelaksanaan pembangunan ini masih menghadapi kendala ketersediaan material.
Kang Hendi menyebutkan bahwa saat ini pihaknya masih sangat membutuhkan tambahan material konstruksi, khususnya batu seprit yang sangat dibutuhkan untuk pondasi jalan agar lebih kokoh dan awet.
“Kami masih membutuhkan dukungan material, terutama batu seprit untuk memperkuat struktur jalan ini. Semoga dengan adanya informasi ini, ada pihak terkait atau dermawan yang dapat membantu melengkapi kebutuhan material agar jalan ini bisa selesai dengan maksimal,” harapnya.
Kegiatan gotong royong ini menjadi bukti nyata bahwa semangat persatuan dan kemandirian masyarakat masih sangat terjaga, meskipun dukungan penuh dari pemerintah daerah dinilai masih sangat kurang.***



Tinggalkan Balasan