EDGE Kantongi Tambahan Kredit Rp1.7 Triliun dari BCA untuk Ekspansi Data Center

|

GUGAH – PT Indointernet Tbk (EDGE) bersama anak usahanya, PT Ekagrata Data Gemilang (EDG), memperoleh tambahan fasilitas kredit investasi senilai Rp1,7 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Perseroan menyebut fasilitas Kredit Investasi (KI-5) tersebut merupakan tambahan dari fasilitas pembiayaan yang telah dimiliki sebelumnya. Pinjaman diberikan dengan tenor sembilan tahun dan menggunakan skema bunga mengambang (floating rate).

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen EDGE mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional dan ekspansi bisnis, termasuk pembangunan jaringan fiber optik, pengembangan pusat data (data center), serta infrastruktur digital.

Baca Juga:  Kolaborasi dengan BCA, PCNU Purwakarta Bakal Luncurkan ID Card Berbasis Layanan Keuangan Multifungsi

“Fasilitas tersebut akan memperkuat kapasitas pembiayaan untuk pengembangan bisnis sekaligus memberikan fleksibilitas dan likuiditas keuangan bagi perseroan dan anak usaha,” tulis manajemen EDGE dikutip dari laman Bursa Efek Indonesia, Rabu (7/10/2026).

Perkuat Ekspansi Infrastruktur Digital

Tambahan pembiayaan ini memperkuat langkah Indonet dalam memperluas kapasitas infrastruktur digital di tengah meningkatnya kebutuhan layanan pusat data dan konektivitas di Indonesia.

Baca Juga:  Guru Sekolah Internasional di Tangsel Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Murid

Untuk menjamin fasilitas kredit tersebut, EDGE dan EDG mengagunkan sejumlah aset perusahaan. Nilai jaminan disebut melebihi 50 persen dari total kekayaan bersih masing-masing entitas.

Khusus untuk fasilitas KI-5, EDG turut menyerahkan tambahan agunan berupa tanah dan bangunan, serta mesin dan peralatan yang dimiliki perusahaan.

Manajemen menegaskan seluruh jaminan diberikan sesuai ketentuan yang diatur dalam dokumen pembiayaan.

Baca Juga:  Teknologi Canggih, Pengawasan Pun Harus Setara, AMDAL Data Center Jatiluhur Dikaji Serius

Dorong Pertumbuhan Bisnis Data Center

Tambahan kredit dari BCA melengkapi strategi pendanaan Indonet setelah sebelumnya perusahaan memperoleh fasilitas kredit sindikasi bernilai miliaran dolar untuk mempercepat pengembangan bisnis pusat data.

Langkah ini mencerminkan tingginya kebutuhan investasi di sektor infrastruktur digital, seiring meningkatnya permintaan layanan komputasi awan (cloud), kecerdasan buatan (AI), dan penyimpanan data dari pelaku usaha maupun institusi di Indonesia.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran