GUGAH — Kemampuan mengoperasikan laptop kini menjadi pengalaman baru bagi sebagian siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 39 Kabupaten Garut, Jawa Barat. Melalui pembelajaran teknologi digital secara bertahap, sekolah berupaya membangun keterampilan sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri siswa untuk menghadapi perkembangan teknologi.
Guru mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Sarah, menjelaskan bahwa pembelajaran dimulai dari pengenalan dasar teknologi digital dan pemahaman mengenai dampak positif maupun negatif penggunaannya. Pendekatan tersebut bertujuan agar siswa tidak hanya terampil menggunakan perangkat, tetapi juga memahami cara memanfaatkan teknologi secara bijak.
Menurut Sarah, sejumlah siswa yang sebelumnya belum terbiasa mengoperasikan laptop kini mulai mampu menggunakan perangkat tersebut untuk mengikuti pembelajaran. Kemampuan dasar itu menjadi pijakan bagi mereka untuk mempelajari materi TIK yang lebih luas secara bertahap.
Prosesnya dimulai dari dasar. Sarah berharap siswa dapat meningkatkan pemahaman hingga mampu mengenali cara kerja laptop, memahami internet, serta menentukan sikap ketika beraktivitas di ruang digital. Baginya, pembelajaran informatika tidak cukup berhenti pada kemampuan menjalankan perangkat, tetapi perlu membentuk pemahaman yang lebih mendalam tentang teknologi.
Perubahan kemampuan tersebut turut dirasakan Raihan, salah seorang siswa tingkat SMP di Sekolah Rakyat Garut. Ia mengaku senang mengikuti pembelajaran menggunakan laptop karena materi TIK yang sebelumnya terasa asing kini lebih mudah dipahami.
Raihan menilai penyampaian materi oleh guru membantunya mengikuti proses belajar dengan lebih nyaman. Pengalaman tersebut juga menumbuhkan keinginan untuk mendalami bidang teknologi digital hingga memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan pada masa depan.
Ia bahkan mulai membayangkan profesi yang ingin ditekuni setelah mengenal pembelajaran informatika lebih dekat. “Ya, mudah-mudahan saja bisa jadi programmer karena asyik belajarnya, gurunya juga saat menyampaikannya mudah dipahami,” kata Raihan.
Pengalaman siswa dan pendekatan guru itu menunjukkan bahwa literasi digital dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan berbagai peluang pendidikan dan profesi kepada anak-anak. Namun, pengembangan kemampuan tersebut tetap membutuhkan proses berkelanjutan, pendampingan guru, serta pembiasaan menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.
Bagi Sekolah Rakyat Garut, pembelajaran digital bukan semata-mata soal menyediakan laptop di ruang kelas. Lebih dari itu, proses tersebut diharapkan membantu siswa membangun keterampilan, memperluas wawasan, dan berani merancang cita-cita di tengah perkembangan dunia teknologi.***





Tinggalkan Balasan