GUGAH – Komunitas Bentala berkolaborasi dengan Paracora, Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Cianjur, dan Basarnas Kabupaten Cianjur menggelar kegiatan Bentala Collab Space: Water Rescue Training Batch 1 di kawasan Muara Citarum, Rajamandala, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema pelatihan arung jeram dan penyelamatan di perairan ini bertujuan menumbuhkan bibit-bibit baru atlet arung jeram sekaligus mencetak relawan dan tim rescue yang memiliki kemampuan dasar penanganan keadaan darurat di lingkungan perairan.
Sebanyak 28 peserta dari berbagai latar belakang mengikuti pelatihan tersebut, mulai dari Siswa Pecinta Alam (Sispala), Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), Organisasi Pecinta Alam (OPA), Komunitas Pecinta Alam (KPA), hingga masyarakat umum yang memiliki minat terhadap kegiatan kebencanaan dan olahraga arung jeram.
Acara dibuka oleh Ketua Pelaksana, Reval Ardiansyah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Penanggung Jawab Kegiatan, Nandar Ibrahim. Perwakilan FAJI Kabupaten Cianjur, Eko, serta Ketua Basarnas Kabupaten Cianjur, Dika, turut memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Ketua Pelaksana Reval Ardiansyah mengatakan, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali ruang-ruang diskusi, edukasi, dan kolaborasi antar komunitas di Kabupaten Cianjur.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk kembali mengaktifkan ruang silaturahmi dan edukasi bersama dalam membangun iklim kolaborasi yang positif di Cianjur,” ujar Reval.
Untuk memaksimalkan proses pembelajaran dan menjaga aspek keselamatan, peserta dibagi menjadi dua kelompok dengan sistem rotasi. Kelompok pertama mengikuti praktik langsung mengarungi sungai menggunakan perahu karet, sementara kelompok kedua mendapatkan materi teori dan teknik dasar water rescue di darat.
Setelah sesi pertama selesai, kedua kelompok bertukar posisi sehingga seluruh peserta memperoleh pengalaman yang seimbang antara pemahaman teori dan praktik lapangan.
Keterlibatan Basarnas Kabupaten Cianjur dalam kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana air yang kerap terjadi di wilayah Cianjur. Dengan kondisi geografis yang rentan terhadap banjir dan berbagai kejadian darurat di perairan, kebutuhan akan relawan yang memiliki kemampuan rescue dinilai semakin mendesak.
Ketua Basarnas Kabupaten Cianjur, Dika, menegaskan bahwa pelatihan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi potensi kebencanaan.
“Kegiatan ini harus terus berlanjut karena potensi bencana di Cianjur cukup tinggi. Curah hujan dan berbagai faktor lainnya menuntut kita untuk melakukan langkah-langkah preventif, salah satunya dengan menyiapkan relawan-relawan yang memiliki kemampuan di bidang penyelamatan air,” katanya.
Selain menjadi sarana mempererat silaturahmi antarorganisasi pecinta alam di Cianjur, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan minat, bakat, dan kompetensi generasi muda di bidang olahraga arung jeram.
Ke depan, Water Rescue Training diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet arung jeram berprestasi di bawah pembinaan FAJI Kabupaten Cianjur, sekaligus mencetak personel rescue yang tangguh, terampil, dan siap diterjunkan dalam penanganan situasi darurat di wilayah perairan.***



Tinggalkan Balasan