Ketua KNPI Kecamatan Ujungberung Soroti Kenaikan BBM dan Pelemahan Rupiah

|

GUGAH – Ketua KNPI Kecamatan Ujungberung, Mohammad Rizky Abdurrohim, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinilai semakin membebani masyarakat. Menurutnya, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diiringi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpotensi menimbulkan dampak luas bagi kehidupan masyarakat.

Rizky menilai kondisi tersebut dapat memicu efek berantai, mulai dari meningkatnya biaya transportasi dan distribusi barang hingga kenaikan harga kebutuhan pokok. Dampaknya, daya beli masyarakat diperkirakan akan semakin tertekan.

“Kami memahami bahwa dinamika ekonomi global turut memengaruhi kondisi nasional. Namun, pemerintah tidak boleh menjadikan faktor eksternal sebagai satu-satunya alasan. Rakyat membutuhkan langkah nyata dan kebijakan yang mampu memberikan rasa aman di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini,” ujar Rizky, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga:  Jelang Muktamar ke-35, Kader NU Jabar Hidupkan Tradisi Diskusi dan Dialektika Pemikiran

Menurutnya, kenaikan harga BBM, meski hanya berlaku pada jenis bahan bakar tertentu, tetap akan berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi secara luas. Kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai menjadi pihak yang paling rentan menghadapi tekanan tersebut.

“Kenaikan harga energi hampir selalu diikuti meningkatnya biaya produksi dan distribusi. Jika tidak diantisipasi dengan baik, masyarakat kecil akan kembali menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya,” katanya.

Baca Juga:  Sapi Kurban Prabowo di Sukabumi Tembus 1,1 Ton, Hasil Peliharaan Peternak Lokal

Rizky juga mendesak pemerintah pusat untuk segera mengambil langkah konkret dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia meminta pemerintah memperkuat nilai tukar rupiah, mengendalikan laju inflasi, serta memastikan ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Sebagai organisasi kepemudaan, lanjutnya, KNPI Kecamatan Ujungberung memandang keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah berbagai tantangan.

Baca Juga:  Bandung Bak Bersalju, Embun Upas Selimuti Kertasari Saat Fenomena Bediding Melanda

“Kami mengingatkan pemerintah agar lebih peka terhadap kondisi riil masyarakat. Ketika harga-harga terus meningkat sementara pendapatan masyarakat tidak bertambah secara signifikan, diperlukan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat. Kritik yang kami sampaikan merupakan bentuk kepedulian agar pemerintah lebih responsif dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

KNPI Kecamatan Ujungberung menyatakan akan terus mengawal berbagai kebijakan publik yang berdampak langsung terhadap masyarakat serta mendorong lahirnya solusi yang adil dan berpihak pada kepentingan rakyat.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran