Tetiba Ditagih BPJS, Warga Karawang: Saya dan Istri Bingung

|

GUGAH – Seorang warga Kabupaten Karawang, Muhidin (46), mengaku kebingungan setelah mengetahui dirinya dan keluarganya memiliki tunggakan iuran BPJS Kesehatan. Padahal, ia merasa tidak pernah mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS mandiri.

Muhidin menuturkan, beberapa tahun lalu dirinya sempat menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibagikan pemerintah melalui Ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya. Namun, kartu tersebut tidak pernah digunakan untuk memperoleh layanan kesehatan.

“Dulu saya pernah dikasih KIS dari pemerintah lewat RT. Tapi kartu itu tidak pernah saya pakai sama sekali,” katanya, Rabu (24/6).

Baca Juga:  LBH Arya Mandalika: Dugaan Korupsi di BTN Karawang Rugikan Negara Hingga Puluhan Miliar

Persoalan itu mulai terungkap saat anaknya mencoba mengecek status kepesertaan melalui aplikasi BPJS Kesehatan. Dari hasil pengecekan tersebut diketahui bahwa kepesertaan keluarganya sudah tidak aktif dan tercatat memiliki tunggakan iuran.

Muhidin mengaku semakin heran ketika mengetahui jumlah tunggakan yang harus dibayar terus bertambah. Saat pertama kali diperiksa pada bulan lalu, nominal tunggakan tercatat lebih dari Rp500 ribu. Namun saat kembali dicek pada bulan ini, jumlahnya meningkat menjadi sekitar Rp630 ribu untuk tiga anggota keluarga.

Baca Juga:  Camat Langkaplancar Pangandaran Ajak Warga Jaga Lingkungan dan Kelestarian Alam

“Waktu dicek bulan kemarin tunggakannya sekitar Rp500 ribu lebih. Sekarang pas dicek lagi malah naik jadi Rp630 ribu untuk tiga orang anggota keluarga,” terangnya.

Menurut Muhidin, kondisi tersebut cukup membingungkan karena dirinya tidak pernah merasa melakukan pendaftaran sebagai peserta BPJS mandiri. Di sisi lain, keterbatasan ekonomi keluarga membuat mereka kesulitan jika harus melunasi tunggakan yang muncul.

Baca Juga:  Pemkab Majalengka Kaji Ulang Luas Lahan Sawah untuk Seimbangkan Pangan dan Investasi

“ Saya dan istri bingung. Kalau memang harus dibayar, uangnya tidak ada. Sementara tunggakannya terus bertambah. Saya berharap ada solusi dari pemerintah terkait persoalan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, petugas BPJS Kesehatan bernama Vika saat dikonfirmasi terkait keluhan tersebut mengaku sedang berada di luar kantor karena tengah menjalankan kegiatan dinas. Ia meminta data kepesertaan untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.

“Boleh minta nomornya untuk dicek ya, atau bisa menghubungi layanan Pandawa melalui WhatsApp,” singkatnya.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran