GUGAH – Komitmen dalam mendukung penuntasan program wajib belajar 12 tahun terus diwujudkan oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bandung. Melalui Ansor University Kota Bandung yang bekerja sama dengan PKBM Bina Sarana Edukasi (BISA), sebanyak 100 peserta didik program kesetaraan Paket A, B, dan C dinyatakan lulus pada tahun ajaran ini.
Program tersebut menjadi upaya nyata untuk membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang sempat putus sekolah, sehingga mereka dapat memperoleh ijazah yang setara dengan jenjang SD, SMP, dan SMA. Kehadiran program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperluas peluang memperoleh pekerjaan yang lebih baik.
Kepala Ansor University Kota Bandung, Yayan Mulyana, mengatakan bahwa program kesetaraan merupakan salah satu bentuk pengabdian organisasi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya di Kota Bandung.
“Program kesetaraan Paket A, B, dan C ini merupakan wujud kepedulian konkret kami dalam menuntaskan program wajib pendidikan 12 tahun. InsyaAllah, bekal kelulusan ini dapat membantu masyarakat luas untuk melanjutkan hidup secara lebih layak serta membuka akses yang lebih luas dalam mendapatkan pekerjaan. Didukung penuh oleh PC GP Ansor Kota Bandung, kami akan terus melangkah maju mengawal sendi-sendi pendidikan di Kota Bandung,” ujar Yayan.
Menurut Yayan, program tersebut memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Dari 100 peserta yang mendapatkan beasiswa penuh, sekitar 90 persen merupakan warga asli Kota Bandung. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang usia, mulai dari kalangan pemuda yang terpaksa menghentikan pendidikan karena keterbatasan ekonomi hingga warga lanjut usia yang masih memiliki semangat untuk belajar.
Ia juga berharap Pemerintah Kota Bandung dapat terus memberikan dukungan terhadap program pendidikan yang dijalankan Ansor University. Menurutnya, akses terhadap pendidikan formal maupun nonformal merupakan faktor penting dalam meningkatkan daya saing masyarakat di tengah perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Program ini dinilai sejalan dengan berbagai kebijakan Pemkot Bandung di bidang pendidikan, termasuk upaya penuntasan Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) dan peningkatan akses belajar bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kota Bandung, Irwan Khadapi, menegaskan bahwa peran Ansor University tidak akan berhenti pada penyelenggaraan program kesetaraan semata. Organisasi juga akan memperkuat pembinaan peserta didik setelah mereka lulus.
“Ini baru langkah awal kami ke depan. Selain konsisten bekerja sama dengan PKBM untuk menyelenggarakan kesetaraan Paket A, B, dan C yang setara dengan SD, SMP, dan SMA, kami melalui Ansor University juga akan membekali para alumni dengan berbagai pelatihan persiapan kerja. Salah satu yang telah berhasil kami realisasikan adalah pelatihan inovatif berupa AI Upskilling, agar mereka adaptif terhadap pemanfaatan kecerdasan buatan di industri,” papar Irwan.
Selain pelatihan kerja, Ansor University Kota Bandung juga menyiapkan program pendampingan bagi peserta yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pendampingan tersebut meliputi bimbingan belajar dan persiapan menghadapi berbagai jalur seleksi masuk perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
Program pembinaan tersebut mencakup persiapan menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN), hingga berbagai jalur mandiri perguruan tinggi swasta.
Di akhir keterangannya, Irwan berharap pemerintah dapat menghadirkan skema beasiswa lanjutan yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga Kota Bandung yang memiliki prestasi akademik maupun berasal dari keluarga kurang mampu.
“Kami berharap penuh kepada jajaran pemangku kebijakan di pemerintahan agar selain mempermudah akses masuk ke perguruan tinggi negeri maupun swasta, juga dapat dialokasikan program beasiswa khusus lanjutan, utamanya bagi warga Kota Bandung berprestasi serta warga dari kalangan kurang mampu,” pungkas Irwan.***



Tinggalkan Balasan