GUGAH – Dugaan pemotongan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang sempat mencuat di sejumlah puskesmas di Kabupaten Purwakarta hingga kini belum menunjukkan perkembangan yang jelas.
Kasus tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan setelah muncul laporan mengenai adanya pemotongan dana insentif tenaga kesehatan (nakes) di berbagai puskesmas.
Saat kasus ini mencuat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purwakarta sempat menyatakan akan melakukan evaluasi dan investigasi internal terhadap seluruh puskesmas yang diduga terlibat.
Hingga kini belum ada informasi lanjutan mengenai hasil investigasi maupun tindak lanjut yang dilakukan.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Yandi Nurhadian, menyatakan telah melaporkan persoalan itu kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk dilakukan evaluasi dan investigasi.
“Kami kaget ada statement seperti itu. Arahan Pak Kadis ada dua: evaluasi BOK di Puskesmas dan investigasi pemberitaan ini,” ujarnya, Kamis (2/4/2026) lalu.
Namun, hingga bulan Juni 2026 ini, hasil evaluasi maupun investigasi yang dijanjikan belum dipublikasikan kepada masyarakat.
Berdasarkan informasi yang sebelumnya dihimpun dari sejumlah sumber, terdapat dugaan praktik “setoran balik” terhadap dana yang diterima tenaga kesehatan.
Sejumlah tenaga kesehatan mengaku diminta mengembalikan sebagian dana yang telah masuk ke rekening mereka.
Data itu menyebutkan dugaan pemotongan bervariasi di sejumlah puskesmas. Besarannya disebut berkisar antara 15 persen hingga 50 persen dari dana yang diterima tenaga kesehatan.
Selain itu, muncul pula informasi bahwa dana yang telah diterima melalui mekanisme transfer kemudian diminta kembali secara tunai atau ditransfer ke rekening tertentu.
Dugaan praktik tersebut menjadi salah satu hal yang sempat menjadi sorotan publik.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai hasil investigasi internal yang pernah dijanjikan Dinas Kesehatan Purwakarta.
Belum diketahui pula apakah dugaan pemotongan dana BOK tersebut terbukti, siapa pihak yang bertanggung jawab, maupun langkah yang akan ditempuh apabila ditemukan pelanggaran.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik terkait kepastian penyelesaian kasus yang sempat menjadi perhatian tersebut.
Publik kini menunggu transparansi dan kejelasan dari pihak terkait mengenai hasil evaluasi dan investigasi yang pernah diumumkan, agar polemik dugaan pemotongan Dana BOK di lingkungan puskesmas Purwakarta tidak menghilang tanpa penyelesaian yang jelas.***



Tinggalkan Balasan