Musim Hujan Sudekat: Bersihkan Sungai, Jaga Purwakarta

|

Musim kemarau perlahan beranjak. Udara yang kering berganti hembusan angin lembap, langit mulai mendung. Pertanda musim penghujan sudah di depan mata.

Namun di balik kerinduan akan kesegaran hujan, ada pertanyaan jujur yang harus kita jawab bersama: Sudahkah sungai-sungai Purwakarta kita bersihkan? Sudahkah doa meminta hujan diiringi kesiapan tangan merawat saluran air?

Musim hujan membawa dua wajah: ia rahmat yang menyuburkan bumi, sekaligus ujian jika alam diabaikan. Banjir, genangan, dan penyakit kerap datang bukan karena hujan yang salah, melainkan karena sungai yang tertimbun sampah, selokan yang tersumbat, dan kelalaian yang dibiarkan berlarut.

Air yang seharusnya menjadi berkah berubah menjadi bencana saat kita memperlakukan sungai bak tempat pembuangan sampah raksasa. Dan alam tidak pernah salah. Yang kerap keliru adalah cara kita memperlakukannya.

Baca Juga:  Tingginya Biaya Politik dan Perilaku Korup Oknum Aktor Politik

Menyadari hal itu, Jajaran Polres Purwakarta bersama elemen masyarakat, ormas, LSM dan sejumlah anggota DPRD Purwakarta menggelar Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan di Sungai Cikembang, Kampung Tegalnangklak, Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Dipimpin langsung oleh Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam, kegiatan bertema: Bersama Kita Jaga Sungai ini juga diikuti oleh jajaran MPC Pemuda Pancasila Purwakarta, LSM Gibas, Barak Indonesia, BPPKB Banten, serta warga setempat. Mereka bahu-membahu membersihkan tumpukan sampah di aliran sungai, memastikan air dapat mengalir lancar dan mengurangi risiko banjir.

Baca Juga:  Menjadi Nakhoda di Tengah Badai

Tidak sekadar bersih-bersih, kegiatan juga diisi pelepasan bibit ikan sebagai simbol pemulihan ekosistem. Saat aparat, komunitas, dan warga turun bersama ke tepian sungai, yang dibersihkan bukan hanya sampah, melainkan juga ketidakpedulian dan ego yang selama ini memisahkan kita dari tanggung jawab bersama.

Menjaga Purwakarta dari ancaman bencana bukan tugas pihak lain, itu tugas kita semua. Mari mulai dari langkah yang paling sederhana:

1. Bersihkan saluran air di sekitar rumah, jangan tunggu air masuk ke halaman. Gotong royong di lingkungan RT dan RW adalah pertahanan pertama.

Baca Juga:  Artis Ibu Kota Bertolak ke Jombang, Siap Meriahkan Muktamar ke-35 NU

2. Hentikan membuang sampah ke sungai, perlakukan sungai seperti halaman depan rumah sendiri. Air yang jernih adalah cermin peradaban warganya.

3. Tanam pohon dan resapkan air, perbanyak tanaman di pekarangan untuk menahan tanah dan menyerap air, mencegah erosi sekaligus banjir.

Mari sambut musim penghujan dengan rasa syukur yang disertai kesiapan nyata. Jangan biarkan air yang turun dari langit menjadi sumber air mata di bumi karena kelalaian kita.

Musim berganti, namun tanggung jawab menjaga lingkungan tidak boleh berakhir. Bergandengan tangan, jaga sungai, lindungi Purwakarta, demi masa depan yang bersih, sehat, dan aman untuk kita semua.

(Redaksi)

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran