GUGAH – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (NU Care-LAZISNU) Kabupaten Cianjur turut memeriahkan perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dengan aksi simpati.
Sebanyak 200 paket manisan buah khas Cianjur dibagikan gratis kepada para peziarah dan pengunjung Muktamar di depan kompleks Makam KH. Abdul Wahab Hasbullah, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).
Aksi berbagi ini dipimpin langsung oleh Ketua NU Care-LAZISNU Kabupaten Cianjur, KH. Abdullah Syakir, mendampingi Ketua Tim Fundraising, Nana Agna Elsari.
Selain menyemarakkan forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut, aksi sosial ini dirancang khusus untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) unggulan asal Kabupaten Cianjur ke tingkat nasional.
Ketua NU Care-LAZISNU Kabupaten Cianjur, KH. Abdullah Syakir, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian lembaga terhadap penguatan dan pengembangan ekonomi umat.
“Ini bukan sekadar berbagi produk kuliner, melainkan bagian dari ikhtiar kami untuk memperkenalkan dan mengangkat kualitas UMKM khas Cianjur agar semakin dikenal luas oleh masyarakat nusantara,” ujar KH. Abdullah Syakir di sela-sela kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Fundraising NU Care-LAZISNU Cianjur, Nana Agna Elsari, menilai momentum berkumpulnya jutaan warga Nahdliyin dari berbagai penjuru tanah air di Muktamar ke-35 NU merupakan ruang promosi strategis.
“Kami berharap melalui momentum ini, produk-produk UMKM dari Cianjur bisa memiliki jangkauan pasar yang lebih luas dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi para pelaku usaha di daerah,” kata Nana.
Para peziarah dan pengunjung menyambut hangat pembagian oleh-oleh khas Pasundan tersebut. Lokasi pembagian di area makam salah satu pendiri NU tersebut dipadati pengunjung yang antusias menerima paket manisan.
Melalui aksi ini, NU Care-LAZISNU Kabupaten Cianjur menegaskan komitmennya untuk terus memfungsikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak hanya untuk konsumtif, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.***



Tinggalkan Balasan