GUGAH – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Purwakarta menggelar aksi unjuk rasa sekaligus audiensi langsung dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta, pada Jumat (28/8/2026).
Aksi yang dimotori oleh para pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ini berawal dari titik kumpul di Kampus STAI Muttaqien sebelum bergerak menuju gedung DPRD Purwakarta di Ciganea.
Gerakan ini melibatkan aliansi dari berbagai perguruan tinggi dan elemen masyarakat, di antaranya STAI Muttaqien, STT Waska, FTIK, dan Polijati. Para peserta hadir mengenakan almamater kebanggaan masing-masing kampus, sebagai simbol persatuan intelektual muda daerah Purwakarta.
Dalam orasi dan pernyataan bersama, Aliansi Mahasiswa Purwakarta menyampaikan bahwa delapan puluh satu tahun telah berlalu sejak Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
Namun, kemerdekaan yang dirayakan setiap tahun ini belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh rakyat. Masih terdapat berbagai persoalan mendasar yang menghambat cita-cita keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Di tengah kenyataan tersebut, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) terus menggerogoti anggaran negara serta mengkhianati cita-cita para pendiri bangsa. Struktur pemerintahan yang gemuk dan tidak efisien juga menjadi beban tersendiri.
Kabinet yang besar dengan fungsi tumpang tindih dinilai justru membebani APBN dan memperlambat kinerja negara, yang bertentangan dengan prinsip efisiensi yang seharusnya diterapkan dalam pelayanan publik.
Presiden BEM STAI Muttaqien, Jalal, dalam keterangannya menegaskan bahwa di tingkat daerah, khususnya Kabupaten Purwakarta, pembangunan dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat lokal.
Masih banyak perusahaan yang beroperasi tanpa memperhatikan aspek lingkungan, pemberian upah layak, serta penyerapan tenaga kerja lokal yang memadai.
Atas dasar berbagai persoalan tersebut, Aliansi Mahasiswa Purwakarta dan masyarakat yang tergabung dalam gerakan Purwakarta Bergerak menyampaikan enam tuntutan utama kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah:
1. Hentikan korupsi, kolusi, dan nepotisme serta miskinkan koruptor. Tegakkan hukum secara tegas dan tanpa pandang bulu terhadap pelaku kejahatan yang merugikan keuangan negara dan merampas hak rakyat.
2. Hentikan program MBG dan KDMP serta kembalikan prioritas pendidikan. Pastikan akses pendidikan yang merata, terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
3. Pangkas kabinet pemerintahan Prabowo dalam wujud efisiensi yang substansial. Sederhanakan struktur birokrasi agar tidak membebani anggaran negara dan mempercepat pelayanan publik.
4. Segera lakukan pemulihan terhadap korban bencana dan kebakaran hutan serta kembalikan kondisi ekologis hutan seperti sedia kala. Tangani dampak bencana secara serius dan pulihkan lingkungan hidup yang rusak demi keberlanjutan generasi mendatang.
5. Tinjau ulang dan tertibkan perusahaan di Purwakarta serta perluasan lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Pastikan setiap perusahaan mematuhi aturan lingkungan, memberikan upah yang layak, dan menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin dari warga sekitar.
6. Segera laksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dinas terkait, mahasiswa, dan masyarakat dalam pembahasan pendidikan, sosial, dan ruang publik. Berikan ruang partisipasi masyarakat dalam penyusunan kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Para Mahasiswa juga menilai bahwa kebijakan-kebijakan yang berjalan saat ini dinilai tidak memihak kepada rakyat dan gagal mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Oleh karena itu, gerakan Purwakarta Bergerak dibentuk sebagai wadah mahasiswa dan masyarakat untuk memperjuangkan agar hak suara dan kesejahteraan rakyat menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.
“Kemerdekaan bukan hanya soal merayakan tanggal proklamasi, melainkan mewujudkan kebebasan rakyat dari kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan, dan penindasan. Gerakan ini akan terus bersuara hingga tuntutan-tuntutan tersebut mendapat perhatian serius dan ditindaklanjuti secara nyata oleh pemerintah,” kata Jalal.*



Tinggalkan Balasan