GUGAH – Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, semakin mengerucut. Salah satu nama yang sebelumnya ramai diperbincangkan, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, memastikan tidak akan ikut dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum PBNU.
Nasaruddin yang juga menjabat sebagai Rais Syuriyah PBNU menegaskan dirinya memilih tetap berkonsentrasi menjalankan tugas sebagai Menteri Agama. Menurutnya, tanggung jawab memimpin Kementerian Agama sangat besar sehingga membutuhkan perhatian dan fokus penuh.
“Lebih baik saya berkonsentrasi di Kementerian Agama tanpa harus meninggalkan konsen saya terhadap Nahdlatul Ulama,” kata Nasaruddin.
Ia juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial yang menyebut dirinya telah mengundurkan diri dari jabatan Menteri Agama untuk maju dalam pemilihan Ketua Umum PBNU.
“Saya katanya telah mengundurkan diri sebagai Menteri Agama. Saya nyatakan bahwa itu tidak benar. Tidak pernah kami melakukan hal seperti itu,” tegasnya.
Nasaruddin menegaskan keputusannya bukan berarti menjauh dari Nahdlatul Ulama. Ia memastikan tetap akan memberikan perhatian dan pengabdian kepada organisasi yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Kepada warga Nahdliyin yang sempat berharap dirinya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU, Nasaruddin menyampaikan permohonan maaf.
“Dengan demikian saya minta maaf kepada teman-teman dari berbagai daerah yang mungkin telah mengimajinasikan saya untuk memimpin PBNU,” ujarnya.
Ia berharap Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung dengan lancar, penuh persaudaraan, serta melahirkan keputusan-keputusan terbaik bagi organisasi dan bangsa.
“Mudah-mudahan muktamar ini berjalan lebih lancar dan menghasilkan hasil-hasil muktamar yang lebih baik untuk bangsa, khususnya untuk Nahdliyin,” pungkasnya.
Dengan pernyataan tersebut, peta persaingan menuju pemilihan Ketua Umum PBNU kian mengerucut setelah salah satu figur yang sempat masuk dalam bursa secara resmi menyatakan tidak ikut dalam kontestasi.***



Tinggalkan Balasan