GUGAH – CEO SpaceX Elon Musk memastikan perusahaan kecerdasan buatannya, SpaceXAI, akan berganti nama menjadi SpaceXSI. Perubahan tersebut menyusul dorongan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar istilah Artificial Intelligence (AI) diganti menjadi Super Intelligence (SI) dalam penggunaan resmi pemerintah AS.
Konfirmasi itu disampaikan Musk melalui platform X saat menanggapi pertanyaan salah satu pengguna mengenai kemungkinan perubahan nama perusahaan.
“Ya, kami akan melakukan perubahan itu,” tulis Musk, dikutip dari Reuters, Senin (5/10/2026).
Meski demikian, Musk belum menjelaskan kapan perubahan nama tersebut akan mulai diterapkan maupun alasan teknis di balik keputusan itu.
Hingga saat ini, akun resmi SpaceXAI di platform X juga masih menggunakan nama lama. Perusahaan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait rencana rebranding tersebut.
Wacana perubahan istilah AI menjadi SI sebelumnya disampaikan Donald Trump dalam pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September 2026.
Trump menilai istilah Artificial Intelligence tidak lagi mencerminkan perkembangan teknologi saat ini dan menganggap istilah Super Intelligence lebih tepat digunakan.
“Kata ‘artificial intelligence’ itu tidak tepat dan terdengar tidak elegan,” ujar Trump.
Ia juga menyatakan seluruh dokumen resmi pemerintah Amerika Serikat ke depan akan menggunakan istilah Super Intelligence dan berharap negara lain mengikuti langkah tersebut.
Belum diketahui apakah perubahan nama menjadi SpaceXSI hanya sebatas penyesuaian identitas perusahaan atau akan diikuti perubahan strategi bisnis maupun pengembangan teknologi. Namun, pernyataan Musk mengindikasikan dukungannya terhadap perubahan istilah yang didorong pemerintahan Trump.***





Tinggalkan Balasan