TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya secara intensif terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi tingginya potensi risiko bencana alam di wilayahnya.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Apel Kesiapsiagaan Bencana yang diselenggarakan di Halaman Kantor Camat Cigalontang pada Selasa (28/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk mengonsolidasikan ribuan personel yang terdiri dari unsur BPBD, TNI-Polri, aparat keamanan, hingga berbagai elemen relawan kebencanaan demi menjamin keselamatan dan kecepatan penanganan darurat bagi masyarakat.
Apel kesiapsiagaan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, dengan didampingi Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, beserta jajaran Forkopimda lainnya.
Dalam arahannya, Asep menekankan bahwa kolaborasi antar instansi harus terimplementasi secara konkret di lapangan dan tidak boleh terhambat oleh ego sektoral.
Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memastikan setiap elemen memahami peran dan fungsi masing-masing pada saat detik-detik awal terjadinya bencana guna meminimalisir dampak kerugian.
“Sinergitas harus nyata di lapangan,” ujar Asep usai meninjau kesiapan pasukan dan peralatan.
Selain penguatan di level instansi, pemerintah daerah juga menitikberatkan pada peningkatan kapasitas relawan lokal yang berperan sebagai garda terdepan, terutama di wilayah pelosok yang memiliki akses geografis menantang.
Dukungan dari unsur TNI-Polri juga dipastikan tetap solid dan siap diterjunkan kapan saja untuk menjalankan tugas-tugas kemanusiaan secara cepat.
“Upaya ini juga memperkuat kapasitas relawan lokal sebagai garda terdepan di wilayah pelosok. Dukungan TNI juga memastikan militer siap diterjunkan kapan saja untuk tugas kemanusiaan,” tambah Asep menjelaskan pentingnya kesiapsiagaan sumber daya manusia.
Pemilihan Kecamatan Cigalontang sebagai pusat pelaksanaan apel didasari oleh karakteristik geografisnya yang merepresentasikan tantangan kerawanan bencana di Kabupaten Tasikmalaya.
Sebagai wilayah dengan potensi bencana yang signifikan, Cigalontang memerlukan kesiapan petugas yang lebih profesional dan koordinasi yang tanpa sekat.
Melalui simulasi dan apel ini, seluruh elemen diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas kemanusiaan, sehingga ketahanan daerah dalam menghadapi situasi darurat dapat terjaga dengan baik demi keselamatan warga Tasikmalaya secara menyeluruh.***



Tinggalkan Balasan