BOGOR – Wilayah Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor kembali dilanda musibah banjir. Genangan air yang cukup tinggi merendam sejumlah rumah warga akibat meluapnya aliran Kali Cinyomplok Leuweng Gede. Kondisi ini memaksa warga untuk mengungsi demi keselamatan jiwa dan harta benda mereka pada Rabu, 27 April 2026.
Banjir yang datang dengan cukup cepat ini membuat aktivitas warga lumpuh total. Jalanan di kawasan perumahan dan akses utama berubah menjadi aliran sungai yang keruh dan deras. Sebuah rekaman video berdurasi 28 detik yang diambil warga memperlihatkan kondisi tersebut, di mana terlihat sebuah sepeda motor tidak kuat melawan arus dan akhirnya mogok di tengah jalan yang tergenang air setinggi betis hingga paha orang dewasa. Beberapa warga terlihat saling membantu menolong pengendara yang kesulitan melintas.
Santi (38), salah satu warga yang rumahnya terendam, menceritakan detik-detik mencekam yang ia alami bersama keluarga. Menurutnya, debit air di kali tersebut biasanya kecil dan tidak pernah setinggi ini. Namun, begitu hujan reda, air justru naik dengan sangat cepat dan langsung merendam lantai rumahnya.
“Airnya biasanya kecil tidak seperti ini. Hujan baru berhenti, air langsung naik dan merendam rumah dengan cepat. Saya dan anak saya sempat terjebak di dalam, saya langsung berteriak minta tolong,” cerita Santi dengan suara bergetar.
Kisah pilu pun terungkap saat ia menceritakan nasib anak bungsunya yang baru berusia 4 tahun. “Anak saya yang kecil sempat kelelep karena air naik begitu cepat. Syukurlah, saat itu ada anak-anak muda yang datang dan segera menolong kami keluar,” tambahnya sambil menangis, mengingat ketakutan yang baru saja dialaminya.
Sementara itu, Staf Desa Tenjo, Saepudin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa total ada enam rumah warga yang terendam banjir di lokasi tersebut. Dari jumlah tersebut, sedikitnya 17 jiwa terdampak dan sebagian dari mereka terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman dan tidak tergenang air.
Terkait penyebab banjir, Saepudin menyebutkan bahwa hal ini diduga kuat dipicu oleh adanya penyempitan pada alur Kali Cinyomplok Leuweng Gede. Kondisi ini membuat air tidak mampu mengalir dengan lancar saat hujan deras turun, sehingga meluap ke pemukiman warga.
“Kami melihat penyebab utamanya adalah adanya penyempitan di kali tersebut. Sehingga saat debit air meningkat, sungai tidak mampu menampungnya lagi,” ujarnya.
Menanggapi situasi ini, pihak pemerintah desa dan kecamatan telah bergerak cepat. Saepudin memastikan bahwa tim penanggulangan bencana dan petugas terkait akan segera turun tangan untuk mendata, menyalurkan bantuan, serta menangani kebutuhan warga yang terdampak banjir ini. (Yana)



Tinggalkan Balasan