GUGAH – Keberadaan Bendung Leuwi Keris yang berada di Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, belum mampu menjadi solusi kebutuhan air bagi para petani di desa tersebut.
Lahan persawahan yang masih mengandalkan tadah hujan membuat petani tidak dapat bercocok tanam saat musim kemarau. Akibatnya, sebagian besar sawah mengering dan petani hanya bisa menanam padi sekali dalam setahun.
Kondisi tersebut disampaikan Kepala Desa Ciharalang, H. Muhlis, dalam Diskusi Pengembangan SDM Generasi Z dan Transformasi Ekonomi Desa yang dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI, Ir. H. Herry Dermawan, di KDMP Ciharalang, Sabtu (17/10).
“Di sini petani hanya bisa menanam dan panen satu kali dalam setahun. Kalau musim kemarau, mereka berhenti menanam. Padahal sudah ada Bendung Leuwi Keris, tetapi sampai sekarang belum menjadi solusi untuk pengairan sawah di Desa Ciharalang. Karena itu kami menyampaikan kendala ini kepada Pak Herry,” ujar Muhlis.
Menanggapi hal tersebut, Herry Dermawan mengaku baru mengetahui bahwa petani di Desa Ciharalang masih mengalami kesulitan mendapatkan air irigasi.
“Saya pikir karena sudah memiliki Bendung Leuwi Keris, persoalan air untuk pertanian sudah tidak menjadi kendala. Ternyata masih ada kondisi ‘kering di lumbung air’. Hal ini akan kami sampaikan kepada BBWS Citanduy. Selain itu, Pak Kades juga bisa berkoordinasi dengan Babinsa karena program penyediaan air untuk pertanian juga ada melalui TNI, khususnya Kodim,” kata Herry.
Sementara itu, Ketua KDMP Ciharalang, Ir. H. Koswara, mengatakan bahwa di luar persoalan ketersediaan air, sektor pertanian di Desa Ciharalang terus menunjukkan berbagai inovasi. Salah satunya melalui pengembangan pupuk kompos yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas pertanian.
“Kami memiliki inovasi pengembangan pupuk kompos dan sudah mempunyai pabrik pupuk kompos sendiri. Selain itu, kami juga memiliki produk beras unggulan dari varietas padi organik, seperti SRI dan Mentik Susu. Berbagai contoh produk pertanian tersebut kami tampilkan di sini,” ujar Koswara.***





Tinggalkan Balasan