Santri Purwakarta Raih Empat Penghargaan di Porsadin VIII Jabar 2026

|

GUGAH – Santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Kabupaten Purwakarta menunjukkan kemampuan mereka dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VIII Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. Kontingen Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Purwakarta berhasil meraih empat penghargaan dari sejumlah cabang perlombaan.

Capaian tersebut bukan sekadar deretan gelar juara. Di balik prestasi para santri, terdapat peran pendidikan diniyah, pendampingan guru, serta dukungan keluarga dalam membuka ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan keagamaan, seni, dan olahraga.

Dalam kompetisi tersebut, kontingen Purwakarta meraih Juara I cabang Nadhoman, Juara III Adzan, Harapan II Mars FKDT, serta Harapan II Lari Putri.

Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan diniyah memiliki ruang kontribusi yang lebih luas, tidak hanya dalam pembelajaran agama, tetapi juga pengembangan bakat, kedisiplinan, kepercayaan diri, dan sportivitas santri.

Empat Penghargaan dari Bidang Seni dan Olahraga

Prestasi tertinggi kontingen FKDT Kabupaten Purwakarta diraih melalui cabang Nadhoman dengan menyabet Juara I tingkat Provinsi Jawa Barat.

Cabang tersebut menuntut kemampuan santri dalam menghafal dan melantunkan materi keilmuan Islam secara teratur, sekaligus menjaga ketepatan pelafalan dan irama.

Baca Juga:  Bawakan Nadhom Karya Abah Cipulus, Tiga Santri Purwakarta Raih Juara 1 Tingkat Jawa Barat

Pada cabang Adzan, kontingen Purwakarta berhasil meraih Juara III. Capaian ini menjadi salah satu hasil pembinaan kemampuan keagamaan santri yang mengikuti kompetisi.

Sementara itu, kelompok Mars FKDT memperoleh penghargaan Harapan II. Cabang ini menjadi ruang bagi santri untuk mengembangkan kerja sama, kekompakan, dan kemampuan berekspresi melalui seni suara.

Dari bidang olahraga, kontingen Purwakarta juga mencatatkan prestasi Harapan II pada cabang Lari Putri.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa potensi santri tidak terbatas pada bidang keagamaan. Mereka juga memiliki kesempatan untuk berkembang melalui aktivitas fisik dan kompetisi olahraga.

Prestasi Santri Tak Lepas dari Peran Guru Diniyah

Keberhasilan kontingen Purwakarta tidak dapat dilepaskan dari proses pembinaan yang berlangsung di lingkungan madrasah diniyah.

Para ustadz, ustadzah, pelatih, dan pendamping memiliki peran dalam mempersiapkan santri, baik melalui pembelajaran rutin maupun latihan menjelang perlombaan.

Dukungan orang tua juga menjadi bagian penting dalam perjalanan para peserta hingga mampu berkompetisi di tingkat provinsi.

Baca Juga:  PWNU DKI Jakarta dan Jawa Barat Belum Terima Undangan Muktamar NU

Namun, keberhasilan dalam sebuah kompetisi semestinya tidak menjadi satu-satunya ukuran kemajuan pendidikan diniyah.

Kualitas pendidikan juga perlu dilihat dari keberlanjutan pembelajaran, kesempatan yang setara bagi setiap santri untuk mengembangkan potensinya, serta dukungan terhadap tenaga pendidik.

Karena itu, prestasi di Porsadin VIII Jawa Barat dapat menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap kebutuhan Madrasah Diniyah Takmiliyah di Kabupaten Purwakarta.

Momentum Memperkuat Pendidikan Diniyah

Porsadin bukan hanya arena mencari juara, melainkan juga ruang perjumpaan santri dari berbagai daerah untuk belajar berkompetisi secara sehat, membangun persaudaraan, dan mengembangkan kemampuan diri.

Prestasi kontingen FKDT Kabupaten Purwakarta menjadi pengingat bahwa pendidikan keagamaan berbasis masyarakat memiliki peran dalam membentuk karakter generasi muda.

Meski demikian, pencapaian tersebut perlu diikuti langkah nyata untuk memperkuat kualitas pembinaan di setiap madrasah diniyah.

Peningkatan kapasitas guru, ketersediaan sarana pembelajaran, dukungan terhadap kegiatan pengembangan bakat, serta perluasan akses pendidikan menjadi sejumlah hal yang patut mendapat perhatian bersama.

Baca Juga:  Edun, Data Penerima KIP Purwakarta Diduga Terbuka di Scribd

Pemerintah daerah, pengelola lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan masyarakat memiliki ruang untuk berkolaborasi agar kesempatan berkembang tidak hanya dimiliki santri yang berhasil meraih penghargaan.

Setiap anak yang belajar di madrasah diniyah berhak mendapatkan lingkungan pendidikan yang mendukung pertumbuhan pengetahuan, keterampilan, dan karakter mereka.

Dari Panggung Juara Menuju Perubahan Nyata

Empat penghargaan yang dibawa pulang kontingen Purwakarta patut diapresiasi sebagai hasil kerja para santri dan pendampingnya.

Namun, nilai lebih besar dari pencapaian tersebut terletak pada kemampuannya mendorong perubahan dalam penyelenggaraan pendidikan diniyah.

Prestasi hendaknya menjadi pintu masuk untuk memperluas kesempatan belajar, memperkuat pembinaan, dan memastikan lebih banyak santri memperoleh ruang mengembangkan potensinya.

Dengan demikian, keberhasilan di Porsadin VIII Jawa Barat 2026 tidak berhenti sebagai catatan kemenangan dalam perlombaan.

Sebab, kemajuan pendidikan diniyah bukan hanya tentang berapa banyak piala yang diraih, melainkan juga seberapa banyak anak yang memperoleh kesempatan untuk tumbuh, berprestasi, dan membangun masa depan yang lebih baik.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran