Santri Ponpes Babakan Jamanis Parigi Rintis Budidaya Lele Fokus Pemijahan

PANGANDARAN – Seorang santri Pondok Pesantren Babakan Jamanis, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Hoerudin mulai merintis usaha budidaya ikan lele dengan fokus pada pemijahan. Usaha tersebut dijalankan sebagai bentuk kemandirian ekonomi sekaligus memanfaatkan peluang usaha di sektor perikanan air tawar.

Hoerudin mengatakan, ketertarikannya terhadap budidaya ikan lele muncul karena melihat tingginya kebutuhan benih di kalangan peternak ikan konsumsi. Dari kondisi itu, ia mencoba memulai usaha pemijahan secara bertahap dengan memanfaatkan kolam sederhana di sekitar lingkungan rumahnya.

“Pemijahan ini menjadi bagian penting dalam budidaya ikan lele karena menentukan kualitas benih yang akan dibesarkan oleh peternak,” ujar Hoerudin, Jumat (15/5/2026).

Baca Juga:  Selat Hormuz Membara, Dapur Rakyat Merana: Harga Minyak Goreng Kian Tak Terkendali

Dalam proses budidaya, Hoerudin fokus mempelajari teknik pemijahan mulai dari pemilihan indukan unggul, proses penetasan telur, hingga perawatan larva agar menghasilkan benih yang sehat dan berkualitas.

Menurut dia, menjaga kualitas air menjadi salah satu faktor utama dalam keberhasilan pemijahan. Perubahan cuaca yang tidak menentu juga menjadi tantangan tersendiri karena dapat memengaruhi kondisi telur dan pertumbuhan benih.

“Kalau kualitas air tidak stabil, tingkat keberhasilan penetasan telur bisa menurun. Jadi memang harus rutin dipantau,” katanya.

Baca Juga:  Pemuda Asal Pangandaran Tekuni Budidaya Maggot, Dorong Solusi Limbah Sisa Makanan Program MBG

Meski masih dalam tahap rintisan, Hoerudin mengaku optimistis usaha yang dijalankannya dapat berkembang. Ia juga terus belajar melalui komunitas budidaya ikan dan berbagai referensi digital untuk memperdalam pengetahuan tentang pemijahan lele.

Selain menjalani aktivitas sebagai santri di Pondok Pesantren Babakan Jamanis, Hoerudin berupaya membagi waktu untuk mengelola usaha budidaya tersebut. Menurut dia, kegiatan usaha dapat menjadi sarana belajar kemandirian dan tanggung jawab.

Ia berharap usaha budidaya lele yang dirintisnya dapat menjadi inspirasi bagi para santri dan generasi muda desa agar berani memulai usaha produktif sesuai potensi yang dimiliki.

Baca Juga:  Usung Visi Religius dan Modern, Kader Ansor Plered Parid Resmi Maju di Pilkades PAW Liunggunung

Di wilayah Pangandaran, kebutuhan benih lele dinilai terus meningkat seiring berkembangnya budidaya ikan konsumsi. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha pemijahan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.

Ke depan, Hoerudin berencana menambah jumlah kolam pemijahan serta memperluas jaringan pemasaran benih agar usahanya dapat berkembang lebih besar dan berkelanjutan.

Dengan semangat belajar dan ketekunan, langkah yang dilakukan Hoerudin menunjukkan bahwa kalangan santri juga mampu berkontribusi dalam pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor budidaya perikanan.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran