JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam keras aksi agresi militer Israel yang terus menyasar wilayah perbatasan Lebanon Selatan.
Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla, menilai tindakan keji angkatan bersenjata Israel (IDF) tersebut merupakan bentuk kebrutalan nyata terhadap kemanusiaan.
Pria yang akrab disapa Gus Ulil ini menyebut dalih pengejaran terhadap kelompok Hezbollah hanyalah kedok untuk membantai warga sipil.
“Di Lebanon Selatan, Israel melakukan serangan brutal terhadap warga sipil dengan alasan melakukan pengejaran terhadap kelompok Hezbollah. Tetapi yang jelas, Israel melakukan serangan yang banyak menimbulkan korban di kalangan sipil,” katanya kepada NU Online di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).
Gus Ulil memaparkan bahwa aksi pengeboman sepihak tersebut melanggar hukum internasional karena menginjak-injak kedaulatan teritorial negara lain.
“Jumlahnya cukup besar sekali. Dan dengan serangan itu, Israel melanggar teritori negara yang berdaulat, yaitu Lebanon,” jelasnya.
Oleh karena itu, institusi PBNU secara resmi mengutuk rentetan operasi militer ofensif yang masih membara di tanah Timur Tengah.
“Kita mengutuk tindakan-tindakan brutal Israel ini, termasuk kebrutalan yang masih terus dilakukan oleh IDF atau Angkatan Bersenjata Israel terhadap warga Palestina,” tegasnya.
Ia menyoroti bahwa tindak kekerasan sepihak oleh tentara Israel di kawasan Tepi Barat hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Padahal, perjanjian damai formal sejatinya telah disepakati oleh sejumlah pihak di wilayah Sharm El Sheikh, Mesir, beberapa waktu lalu.
“Tetapi tindakan-tindakan brutal oleh Israel Defense Forces atau Angkatan Bermenjata Israel sampai sekarang masih berlangsung di Gaza dan juga di Tepi Barat,” terangnya.
Pada saat yang sama, Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan jet tempur Israel kembali membombardir perbukitan Rayhan, Selasa pagi.
Pasukan artileri berat musuh juga dilaporkan menggempur pemukiman padat penduduk di kawasan Arid Dbine secara bertubi-tubi sejak malam hari.
Pusat Operasi Darurat Kemenkes Lebanon merilis data resmi total korban jiwa akibat agresi tersebut kini telah menembus 3.020 orang tewas.***



Tinggalkan Balasan