MAKASSAR – Pondok Pesantren Lirboyo semakin menguat menjadi tuan rumah Mukhtamar Nahdlatul Ulama (NU) ke 35 dengan munculnya usulan dari banyak PCNU di Kalimantan dan Indonesia Timur khususnya wilayah Sulawesi.
Dalam silaturahmi Ketua Umum PBNU bersama para Kyai sepuh NU yang terdiri dari Kyai Ubeidillah Sodaqoh, Kyai Muhib Aman Aly, Kyai Athoillah Lirboyo, Kyai Imron Mutamakkin Pasuruan, Kyai Muhyiddin Ishaq Jakarta dan Waketum PBNU Kyai Amin Said Husni di Pulau Kalimantan tepatnya di Samarinda dan di Makassar peserta silaturahmi mendukung wacana Lirboyo menjadi tuan rumah Mukhtamar.
Ketua PCNU Kabupaten Wajo, Dr KH Syamsul Bahri secara tegas menyatakan dukungannya agar Mukhtamar NU Ke 35 kembali dilaksanakan di pondok pesantren.
“Saya sangat setuju dilaksanakan di Lirboyo, nanti itu bisa sekaligus bisa jadi tujuan studi banding pengelolaan pesantren oleh kyai kyai kita,” kata Kyai Samsul Bahri.
Hal senada disampaikan Ketua PCNU Polewali Mandar, Kyai M Arsyad. Menurutnya, setelah menyimak pemaparan dari para Kyai Sepuh dirinya menyatakan siap mengawal dan mengusulkan pelaksanaan Mukhtamar Agustus nanti di Pondok Pesantren Lirboyo.
“Ishlah kemarin diinisiasi oleh Ponpes Lirboyo, dan kami siap merekomendasikan Mukhtamar NU ke 35 dilaksanakan di Ponpes Lirboyo,” katanya.
Dukungan PCNU se Kalimantan dan Indonesia Timur kepada Lirboyo menjadi tuan rumah didasari adanya keputusan pertemuan Syuriah NU se Jawa Timur, Jateng dan DIY beberapa waktu lalu di Lirboyo Kediri.
Kyai Muhib Aman Aly (Syuriah PBNU) di hadapan Rais Syuriah dan Tanfidziah PWNU dan PCNU se Indonesia Timur mengungkapkan bahwa pertemuan Kyai sepuh di Lirboyo menghasilkan rekomendasi penting terkait lokasi Mukhtamar NU.
Pertama, PBNU didorong untuk segera menggelar Mukhtamar yang Muktabar yang kredibel dan jauh dari nilai nilai yang merusak Nahdlatul Ulama.
Kedua sepakat mendorong Mukhtamar ke 35 NU dilaksanakan di Pondok Pesantren. Secara spesifik diharapkan dilaksanakan di Pondok pesantren Lirboyo Kediri.
“Tahun 1999 Lirboyo siap menjadi tuan rumah Mukhtamar NU apalagi sekarang ini di tahun 2026, pasti jauh lebih siap,” kata Kyai Muhib Aman Aly.
Sementara itu, Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta, Kyai Muhyidin Ishaq lebih tegas lagi meminta agar Mukhtamar dilaksanakan di Pondok Pesantren untuk menghindari dinamika (perselisihan) yang keras di Mukhtamar.
“Andaikan mukhtamar tidak di pondok jadi apa nanti, saya setuju di Lirboyo karena Lirboyo yang menyelamatkan NU yang digoncang perseteruan,” tegas Kyai Muhyiddin Ishaq.
Terakhir Gus Athoillah Salahudin, mewakili pengasuh Ponpes Lirboyo secara tegas mengatakan bahwa ponpes sudah menyampaikan surat resmi ke PBNU untuk menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Mukhtamar NU ke 35.
“Kami sudah dapat perintah dari pimpinan pengasuh Lirboyo untuk berkirim surat kesediaan menjadi tuan rumah dan sudah disampaikan,” ujar Gus Athoillah mantap. ***



Tinggalkan Balasan