Pastikan Sawah Tak Kering, Pemkab Tasikmalaya Lipat Gandakan Proyek Irigasi hingga 20 Kali Lipat

TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengambil langkah ekstrem demi membentengi sektor pertanian dari ancaman kekeringan hebat.

Merespons peringatan BMKG terkait puncak fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga Agustus mendatang, Pemkab Tasikmalaya resmi merombak total usulan infrastruktur air guna menjamin sawah petani tetap teraliri di tengah cuaca panas yang menyengat.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menegaskan bahwa ketahanan pangan kini berada di titik pertaruhan utama.

Langkah taktis ini diambil setelah Kementerian Pertanian memberikan ruang luas bagi daerah untuk mengajukan kebutuhan strategis secara maksimal.

Baca Juga:  Proyek Bocimi Digeber, Kantor Pertanahan Sukabumi “Jemput Bola” Percepat Pengadaan Lahan

“Iya, semua usulan yang berkaitan dengan penguatan irigasi dan peningkatan produktivitas pertanian diprioritaskan oleh pusat. Kementan telah memberikan lampu hijau bagi kita untuk mengajukan kebutuhan maksimal,” ujar Asep Sopari, Selasa (28/4/2026).

Revisi target pembangunan yang disodorkan Pemkab Tasikmalaya menunjukkan lonjakan angka yang sangat signifikan.

Salah satu yang paling mencolok adalah komitmen pada pemeliharaan jaringan irigasi yang melejit dari semula hanya 10 titik menjadi 197 titik, atau meningkat hampir 20 kali lipat.

Baca Juga:  Asap Tebal Menjalar ke Gedung Lain, Sejumlah Penghuni Apartemen Mediterania Masih Terjebak

Selain itu, usulan irigasi perpipaan juga melonjak tajam dari 8 unit menjadi 36 unit, sementara irigasi perpompaan ditingkatkan dari 13 unit menjadi 19 unit demi menjangkau lahan yang sulit teraliri secara alami.

Tak hanya fokus pada aliran, pemerintah daerah juga mengejar pembangunan sarana pendukung berupa 14 unit penampung air baru dan 26 unit parit untuk menjaga cadangan air di berbagai titik rawan kekeringan.

Asep menekankan bahwa fokus utama dari perombakan masif ini adalah memastikan seluruh infrastruktur air sudah dalam kondisi prima sebelum kemarau mencapai titik terparahnya.

Baca Juga:  Demi Biaya Nikah, Mantan Karyawan Toko Pakaian di Pamanukan Nekat Gasak Rp50 Juta

“Ini untuk memastikan agar irigasi yang ada tetap berfungsi optimal meskipun di tengah ancaman kekeringan yang diprediksi akan panjang. Kita tidak ingin petani kita kesulitan air saat memasuki masa tanam kritis,” tegas Asep.

Sinergi besar-besaran ini diharapkan mampu menjadi tameng Kabupaten Tasikmalaya dalam menghadapi potensi bencana kekeringan yang mengancam stabilitas pangan dan kesejahteraan petani di daerah tersebut.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *