Jangan Cari Citra di Atas Penderitaan Rakyat

KUNINGAN – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Provinsi Jawa Barat melayangkan kritik tajam dan penilaian kritis terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Organisasi kemahasiswaan ini secara khusus menyoroti alokasi dana bernilai besar yang digelontorkan guna membiayai rangkaian perayaan puncak acara Milangkala Tatar Sunda yang berlangsung di sejumlah wilayah.

Pernyataan sikap tegas ini disampaikan langsung oleh Ketua PKC PMII Jawa Barat, Rusli Kurniawan, di sela-sela agenda Pelantikan Pengurus Cabang (PC) PMII Kabupaten Kuningan, beberapa waktu lalu.

Dalam pandangannya, di tengah gencarnya kampanye dan pencitraan mengenai semangat “Jabar Istimewa”, kenyataan yang dirasakan masyarakat di lapangan justru memperlihatkan kondisi yang jauh berbeda. Sebagian besar masyarakat masih dihadapkan pada berbagai persoalan mendasar, mulai dari kesulitan ekonomi, terbatasnya akses layanan publik, hingga kualitas prasarana yang belum memadai.

Menurut Rusli, meskipun nilai-nilai kebudayaan daerah memiliki kedudukan yang luhur dan perlu dijaga kelestariannya, namun penyelenggaraan seremonial berskala besar yang menghabiskan anggaran hingga miliaran rupiah dinilai kurang memiliki kepekaan sosial di tengah kondisi masyarakat yang masih membutuhkan banyak perhatian.

Baca Juga:  Wali Kota Bandung Sesalkan Aksi Anarkis Saat May Day 2026, Kebebasan Berpendapat Bukan Berarti Merusak

“Kami bermaksud melakukan penilaian dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja serta kebijakan yang ditempuh Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu hampir satu setengah tahun terakhir. Sektor-sektor yang bersifat mendesak dan menyentuh hajat hidup orang banyak, seperti pendidikan, pelayanan kesehatan, jaminan kesejahteraan sosial, serta perbaikan infrastruktur, sejauh ini masih memerlukan perhatian serius dan pembenahan yang tuntas,” kata Rusli.

Ia turut mengungkapkan adanya indikasi pemborosan penggunaan keuangan negara, mengingat besaran anggaran yang beredar di sejumlah wilayah pelaksana awal saja telah menyentuh angka Rp3,7 miliar. Angka tersebut belum mencakup biaya penyelenggaraan di wilayah lain yang juga menjadi lokasi kegiatan, seperti Kota Cirebon maupun Kota Bandung.

Meskipun sebelumnya muncul penjelasan bahwa sebagian pendanaan bersumber dari partisipasi masyarakat dan kalangan usaha, PKC PMII Jawa Barat tetap bersikukuh meminta agar rincian dan struktur penggunaan dana tersebut dibuka seluas-luasnya bagi publik. Hal ini dinilai semakin mendesak mengingat pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pun dikabarkan turut mempertanyakan kejelasan sumber dan penggunaan dana berskala besar tersebut.

Baca Juga:  Misteri di Kampung Cinangsi: Sebulan Berlalu, Pelaku Penghilangan Nyawa Iwan Setiawan Belum Terungkap

“Kami secara tegas menuntut prinsip akuntabilitas dan keterbukaan informasi publik dalam setiap penggunaan anggaran negara,” tambahnya.

Momen pelantikan kepengurusan baru di tingkat kabupaten ini sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana penyatuan pandangan dan konsolidasi strategi gerakan ke depan. Rusli Kurniawan telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus dan kader di berbagai wilayah Jawa Barat untuk mempererat jalinan persaudaraan dan memperkuat barisan dalam mengawal isu-isu strategis yang menyangkut hajat hidup rakyat.

Ia menegaskan bahwa upaya koreksi terhadap kebijakan pemerintah tidak akan sekadar menjadi wacana atau diskusi di ruang tertutup, melainkan akan diterjemahkan ke dalam langkah-langkah nyata dan terukur.

Baca Juga:  Negara Jangan Berlindung di Balik Frasa ‘Sesuai Kemampuan Keuangan’: Pesantren Bukan Beban, Tapi Pilar Bangsa

“Bentuk gerakan yang kami bangun akan melibatkan seluruh potensi kader yang tersebar di seluruh penjuru Jawa Barat. Perjuangan ini akan dilakukan secara beriringan, baik melalui penyebaran gagasan kritis secara luas di ruang publik maupun media daring, hingga penyampaian aspirasi secara langsung melalui jalur musyawarah maupun aksi damai,” paparnya.

Di akhir penyampaian amanatnya, Rusli mengingatkan para pengurus baru hasil pelantikan agar senantiasa menjaga prinsip dan marwah organisasi. Menurutnya, PMII lahir dan tumbuh membawa semangat perjuangan yang senantiasa memihak dan membela kepentingan kaum yang lemah dan terpinggirkan.

“Nilai sejarah serta semangat juang para pendiri bangsa dan pendiri organisasi untuk senantiasa tegak lurus melawan segala bentuk ketidakadilan dan penyimpangan tidak boleh luntur sedikitpun. Semangat itulah yang harus terus menyala dan menjadi pendorong langkah setiap kader PMII di seluruh Jawa Barat,” ujarnya.*

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran