H. Subhan Fahmi Ajak Santri Garut Perkuat Nilai Kebangsaan dan Berkontribusi untuk Masyarakat

|

GUGAH — Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran santri sebagai penjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan penggerak pembangunan masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, H. Subhan Fahmi, mengatakan santri memiliki kontribusi historis dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan Islam, tetapi juga ruang lahirnya tokoh-tokoh yang berperan dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan pembangunan daerah.

“Santri memiliki peran strategis dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Nilai-nilai yang ditanamkan di pesantren menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan zaman,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).

Baca Juga:  PCNU Garut Condong ke KH Said Aqil Siroj untuk Rais Aam Muktamar NU ke-35

Ia menilai pesantren telah lama menjadi bagian penting dari sistem pendidikan di Indonesia. Selain membekali santri dengan ilmu agama, pesantren juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan kepedulian sosial yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Karena itu, Subhan berharap Hari Santri tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurutnya, peringatan tersebut harus menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus memperkuat dukungan terhadap pesantren dan pengembangan potensi santri.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, ia juga mendorong santri agar terus meningkatkan kapasitas diri, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi pendidikan pesantren.

Baca Juga:  Kemarau Panjang, PC GP Ansor Kota Tasikmalaya Instruksikan Seluruh PAC Salurkan Bantuan Air Bersih

“Santri harus mampu menjawab tantangan zaman. Menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan penting, tetapi tetap berpegang teguh pada akhlak dan nilai-nilai Islam,” katanya.

Subhan menambahkan, peluang santri untuk berkontribusi kini semakin terbuka di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, hingga kepemimpinan publik. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar pesantren semakin berkembang.

Baca Juga:  Al-Ulfah Perluas Kiprah Pendidikan, Resmikan STAI di Tengah Haflah Akhirussanah

Di Kabupaten Garut, keberadaan ratusan pesantren menjadi salah satu kekuatan dalam membentuk karakter generasi muda. Peran para kiai, ustaz, dan pengasuh pesantren dinilai sangat penting dalam menanamkan nilai toleransi, gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama.

Melalui momentum Hari Santri Nasional, ia berharap para santri semakin termotivasi untuk terus belajar, menjaga persatuan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Santri bukan hanya penjaga tradisi keilmuan dan keagamaan, tetapi juga generasi yang akan ikut menentukan arah kemajuan Garut dan Indonesia,” pungkasnya.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran