SMK Ansoruna Hade Rancage Gelar Tiga Agenda Peringatan Hari Santri Nasional 2026

|

GUGAH – SMK Ansoruna Hade Rancage menggelar tiga agenda dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Pawenang, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Kamis (22/10). Kegiatan tersebut meliputi upacara Hari Santri, salat Istisqa, dan aksi ekologi membersihkan sungai.

Ketiga kegiatan tersebut digelar sebagai upaya menanamkan nilai religius, semangat kebangsaan, serta kepedulian terhadap lingkungan kepada para siswa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara Hari Santri Nasional. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia, sekaligus menguatkan peran generasi muda dalam pembangunan bangsa.

Pihak sekolah menilai semangat santri masa kini tidak hanya diwujudkan melalui penguasaan ilmu agama, tetapi juga kedisiplinan, kepedulian sosial, semangat kebangsaan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat. Santri juga diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan zaman, termasuk persoalan lingkungan hidup.

Baca Juga:  Dari Kandang Sindanglaya, Khidmat Ansor Bandung Temukan Jalan Kemandirian

Usai upacara, seluruh peserta mengikuti salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan di tengah kondisi cuaca kering yang melanda wilayah Pawenang dan sekitarnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pendidikan keagamaan bagi siswa untuk meningkatkan keimanan, menumbuhkan rasa syukur, serta menyadari pentingnya menjaga keseimbangan alam. Selain ikhtiar lahir, kepedulian terhadap lingkungan juga dinilai perlu dibarengi dengan ikhtiar batin melalui doa.

Baca Juga:  Hari Santri Jadi Agenda Prioritas PCNU Pangandaran, Beragam Kegiatan Disiapkan

Agenda berikutnya adalah aksi ekologi berupa pembersihan sungai di wilayah Pawenang. Para siswa membersihkan sampah dan material yang berpotensi menghambat aliran air sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus menjaga fungsi sungai.

Meski saat ini wilayah tersebut tengah mengalami musim kemarau, pemeliharaan sungai dinilai penting sebagai langkah antisipasi menghadapi perubahan cuaca dan potensi hujan berintensitas tinggi. Saluran air yang bersih diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya genangan maupun banjir.

Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga pengalaman langsung mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan tanggung jawab terhadap alam.

Baca Juga:  Persiapan HSN di Purwakarta Sudah Rampung, Jiden: Tinggal Prung Besok

Pihak sekolah berharap peringatan Hari Santri Nasional tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi kebiasaan yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian alam.

Dengan semangat Hubbul Wathan Minal Iman, SMK Ansoruna Hade Rancage berupaya menanamkan nilai bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral, sosial, dan keagamaan. Melalui kegiatan tersebut diharapkan lahir generasi santri yang religius, berkarakter, peduli lingkungan, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Oleh: Yayang M. Hamzah

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran