GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya MoU dengan Pascasarjana UNIK Cipasung, Dorong Lahirnya Penjaga Aswaja Lulusan S2

|

GUGAH — Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tasikmalaya menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat basis keagamaan hingga ke pelosok desa.

Ke depan, para pengelola madrasah, pengurus masjid, dan penggerak majelis taklim yang menjadi garda terdepan penjaga Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) ditargetkan memiliki kualifikasi pendidikan Strata Dua (S2).

Gagasan besar ini diungkapkan oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Fahmi Siddiq, usai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pascasarjana Universitas Islam KH. Ruhiat (UNIK) Cipasung. Agenda ini dilangsungkan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Pembukaan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) ke-4 di Aula Kantor PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (18/9/2026).

“Kami memiliki potensi jaringan struktural yang masif hingga 350 ranting desa se-Kabupaten Tasikmalaya. Kami ingin di setiap desa, para penjaga agama, madrasah, dan masjid ini adalah lulusan S2,” tegas Fahmi.

Baca Juga:  NU Ranting Sidomulyo Miliki Kepengurusan Baru Hasil Musran

Fahmi menyadari bahwa peningkatan kapasitas kader yang mayoritas kini telah bergelar sarjana (S1) harus terus difasilitasi. Melalui kerja sama dengan UNIK Cipasung, kader GP Ansor mendapatkan keringanan biaya untuk melanjutkan studi.

Biaya pendidikan yang normalnya mencapai Rp27.000.000 hingga Rp30.000.000, kini dipangkas menjadi Rp20.000.000 hingga lulus melalui sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Pemilihan UNIK Cipasung—yang dulunya bernama Institut Agama Islam Cipasung (IAIC)—bukan tanpa alasan. Menurut Fahmi, peran besar institusi ini telah diakui luas, tidak hanya di Tasikmalaya tetapi juga se-Jawa Barat.

 

Baca Juga:  LPJ Diterima Tanpa Catatan, Apakah Ini Sinyal Kekuatan Gus Yahya Masih Sulit Ditandingi?

“Kita ketahui bersama UNIK didirikan oleh tokoh pesantren KH. Ruhiat. Semoga sanad keilmuan kita senantiasa bersambung kepada beliau hingga ke Rasulullah SAW. Dan dengan semakin banyaknya lulusan S2, kualitas khidmat kader kepada bangsa, agama, dan organisasi akan semakin meningkat,” tambahnya.

Visi ini disambut hangat oleh Sekretaris Direktur Pascasarjana UNIK Cipasung, Dr. H. Ahmad Zaki Mubarok. Mewakili pihak kampus, ia berterima kasih kepada para sesepuh PCNU dan merasa bangga bisa bersinergi mencetak SDM unggul bersama GP Ansor.

“Program ini bertujuan membantu meningkatkan kapasitas keilmuan kader yang identik dengan karakter Cipasung. Melalui program studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), misalnya, mahasiswa difokuskan pada pengelolaan lembaga dengan sudut pandang dan basis keislaman,” papar Dr. Zaki.

Baca Juga:  Pelajar Jadi Garda Terdepan Aksi Ekologi, Clean The City Apresiasi MPLS Pancawaluya 2026

Dengan di tanda tanganinya MoU ini GP Ansor akan mendapatkan kelas khusus bagi Ansor.
Guna merealisasikan program beasiswa kerja sama ini, PC GP Ansor menunjuk Dr. Ahmad Subqi—Wakil Ketua PC GP Ansor sekaligus Pejabat di Pascasarjana UNIK Cipasung—sebagai penanggung jawab (PIC). Dr. Subqi menjelaskan, ada dua program studi yang ditawarkan, yakni MPI dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA).

“Syarat utamanya adalah memiliki KTA Ansor dan Surat Rekomendasi dari Pimpinan Cabang,” jelas Dr. Subqi. Kader yang berminat dapat mendaftar langsung melalui nomor WhatsApp 0852-7923-3229. Acara peresmian ini sendiri turut disaksikan oleh ratusan kader GP Ansor, Ketua PCNU, Forkopimda, serta berbagai badan otonom NU.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran