Petani Minta Rehabilitasi Sungai Cikunten Tak Ganggu Pasokan Air untuk 90 Hektare Sawah

|

GUGAH – Rencana rehabilitasi Sungai Cikunten di Kelurahan Talagasari, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, mendapat dukungan dari kalangan petani. Namun, mereka meminta proyek yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy tidak mengganggu pasokan air yang selama ini menjadi sumber irigasi bagi sekitar 90 hektare lahan pertanian.

Kekhawatiran itu mencuat karena sebagian petani mengaku belum memperoleh informasi secara langsung mengenai pelaksanaan proyek. Padahal, Sungai Cikunten menjadi penopang utama aktivitas pertanian sekaligus saluran drainase bagi permukiman warga.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kelurahan Talagasari, Elan Jaelani, mengatakan petani mendukung upaya pemerintah memperbaiki kondisi sungai. Namun, keberhasilan proyek juga harus diukur dari kemampuannya menjaga keberlangsungan irigasi selama proses pembangunan.

“Kami pada prinsipnya mendukung program pemerintah. Tapi kami meminta ada jaminan bahwa proyek ini tidak merugikan petani. Jangan sampai saat pekerjaan berlangsung, pasokan air ke sawah justru terputus,” kata Elan usai sosialisasi di Aula Kelurahan Talagasari, Jumat (9/10/2026).

Baca Juga:  LAKMUD PC IPNU-IPPNU Kota Tasikmalaya Bekali Kader dengan Materi Kepemimpinan

Menurutnya, sekitar 90 hektare sawah di Talagasari bergantung pada aliran Sungai Cikunten. Lahan tersebut menjadi sumber penghidupan ratusan kepala keluarga sehingga kelancaran distribusi air menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

Elan berharap rehabilitasi sungai tidak hanya memperbaiki kondisi fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas sistem irigasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan petani dalam jangka panjang.

BBWS Pastikan Sosialisasi Sudah Dilakukan

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Pengawas Proyek PPNS BBWS Citanduy, Bagus Trio Utomo, mengatakan sosialisasi telah dilakukan bersama ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat. Pihaknya berharap informasi mengenai proyek dapat diteruskan kepada warga, termasuk petani yang terdampak langsung.

Baca Juga:  Ketua PWNU NTT Ingin Muktamar NU Berjalan Bermartabat: Takzim Santri kepada Kiai Harus Tetap Terjaga

“Sosialisasi sudah kami lakukan dengan RT/RW dan tokoh masyarakat. Harapannya informasi itu bisa diteruskan kepada warga, khususnya para petani,” ujar Bagus.

Ia juga mengimbau warga yang memanfaatkan bantaran sungai untuk mengosongkan area secara mandiri sebelum pekerjaan dimulai. Menurutnya, bangunan di sempadan sungai tidak diperbolehkan, sementara pembangunan jembatan menuju lahan harus memperoleh izin dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Drainase Permukiman Jangan Terputus

Sementara itu, Lurah Talagasari, Arif Budiman, mengatakan pemerintah kelurahan telah memfasilitasi pertemuan antara BBWS Citanduy, perangkat wilayah, petani, dan warga yang memiliki bangunan di bantaran sungai. Forum tersebut menjadi ruang penyampaian aspirasi sebelum proyek dilaksanakan.

Baca Juga:  Polemik Gereja Cikopo Melebar Kini Stafsus Menag disebut Murtad, The IDE: Harus Objektif

Selain persoalan irigasi, Arif menyoroti pentingnya menjaga fungsi Sungai Cikunten sebagai saluran pembuangan air dari kawasan permukiman.

“Jangan sampai saluran drainase warga ke sungai ditutup selama pekerjaan berlangsung. Kalau itu terjadi, dikhawatirkan akan menimbulkan genangan bahkan banjir di lingkungan permukiman,” tegasnya.

Ia berharap rehabilitasi Sungai Cikunten tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini bergantung pada fungsi sungai, baik sebagai sumber irigasi maupun sistem drainase.

Dengan komunikasi yang terbuka dan pelaksanaan proyek yang memperhatikan kepentingan warga, rehabilitasi Sungai Cikunten diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan tanpa mengorbankan aktivitas pertanian maupun keselamatan kawasan permukiman.***

Sumber: Kabar Priangan

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran