Bupati Garut Bantu Pengobatan Siswa Korban Penembakan

|

GUGAH – Pemerintah Kabupaten Garut bergerak membantu pengobatan Pazwa Pahaludin (15), siswa SMA yang mengalami luka serius pada mata kiri setelah menjadi korban penembakan. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memastikan pemerintah daerah akan membantu biaya pengobatan agar korban dapat memperoleh penanganan medis lanjutan secara optimal.

Pazwa kini menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut di Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung. Bupati Abdusy Syakur Amin mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan pihak rumah sakit mengenai kondisi serta penanganan medis yang diterima korban.

“Saya sudah komunikasi dengan RS Cicendo, ananda Pazwa sudah mendapat penanganan medis lanjutan,” ujar Abdusy Syakur Amin kepada media, Selasa (6/10/2026).

Menurut Bupati, biaya pengobatan korban tidak dapat ditanggung melalui BPJS Kesehatan karena cedera yang dialami berkaitan dengan dugaan tindak kejahatan. Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat pemerintah daerah melepas tanggung jawab sosialnya terhadap korban.

Pemerintah turun tangan.

“Kami prihatin atas kejadian ini,” kata Abdusy Syakur Amin. Ia menegaskan Pemkab Garut akan membantu semaksimal mungkin agar Pazwa mendapatkan penanganan yang dibutuhkan hingga proses pemulihannya berjalan.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Tempat Minta Arahan, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Tasikmalaya Siap Buka Jembatan Peluang Bagi Kader

Kondisi mata kiri Pazwa menjadi perhatian utama dalam proses pengobatan. Ketua Asosiasi Perlindungan dan Kesejahteraan Anak (Askara), Imelia Pratiwi, mengatakan korban mengeluhkan penglihatannya yang terganggu setelah mengalami luka akibat penembakan tersebut.

“Penuturan korban terakhir, mata sebelah kiri gelap. Jadi bukan hanya samar-samar, tetapi gelap sebelah,” kata Imelia. Keterangan tersebut menggambarkan seriusnya gangguan penglihatan yang kini dialami siswa tersebut setelah peristiwa yang menimpanya.

Sebelum memperoleh penanganan di Bandung, Pazwa sempat menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Garut. Pertolongan awal diberikan di RS Medina, kemudian korban dibawa ke RSUD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Namun, kondisi luka pada mata membutuhkan layanan yang lebih khusus. Setelah mendapat pemeriksaan dan pertimbangan medis, Pazwa akhirnya dirujuk ke RS Mata Cicendo Bandung sebagai rumah sakit yang memiliki layanan spesialis mata.

Baca Juga:  APBD Purwakarta: 1,5 Triliun Belanja Pegawai, 1 Triliun Belanja Pembangunan

“Awalnya dibawa ke rumah sakit di Garut. Sempat ke RS Medina, kemudian ke RSUD. Tapi karena kondisinya tidak sanggup ditangani di sana, akhirnya dirujuk,” ujar Imelia.

Proses rujukan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menyelamatkan fungsi penglihatan korban. Penanganan lanjutan di rumah sakit khusus mata diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi cedera dan langkah medis yang diperlukan berikutnya.

Bagi keluarga, persoalan yang dihadapi Pazwa bukan hanya mengenai luka fisik. Gangguan penglihatan pada mata kiri berpotensi memengaruhi aktivitas korban sebagai pelajar sehingga proses pemulihan membutuhkan perhatian medis sekaligus dukungan lingkungan.

Karena itu, bantuan pemerintah daerah menjadi penting untuk memastikan persoalan biaya tidak menjadi hambatan dalam proses pengobatan. Abdusy Syakur Amin menyatakan Pemkab Garut akan berupaya membantu sesuai kemampuan pemerintah daerah agar korban dapat memperoleh layanan kesehatan yang diperlukan.

Baca Juga:  GP Ansor Kabupaten Bogor Gandeng ITB Vinus, Siapkan Beasiswa S1 untuk Kader

Kasus yang menimpa Pazwa juga menjadi perhatian dari sisi perlindungan anak. Sebagai seorang pelajar berusia 15 tahun, pemulihan korban tidak hanya menyangkut aspek medis, tetapi juga keberlanjutan pendidikan dan kondisi psikologis setelah mengalami peristiwa kekerasan.

Pendampingan pun menjadi bagian penting. Dukungan keluarga, tenaga medis, pemerintah, serta lembaga yang memberikan perhatian terhadap perlindungan anak diperlukan agar korban dapat melewati masa pemulihan secara menyeluruh.

Di tengah proses pengobatan yang masih berlangsung, pemerintah daerah memastikan komunikasi dengan fasilitas kesehatan tetap dilakukan. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga agar kebutuhan medis Pazwa dapat ditangani sesuai kondisi dan rekomendasi dokter.

Kini, harapan keluarga tertuju pada proses pemulihan. Di balik penanganan medis di RS Mata Cicendo, ada harapan agar penglihatan Pazwa dapat membaik dan ia kembali menjalani aktivitas sebagai pelajar tanpa harus terus dibayangi dampak dari peristiwa yang dialaminya.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran