Bedah PPOA Jadi Langkah Strategis Fatayat NU Langkaplancar Perkuat Organisasi hingga Tingkat Ranting

PANGANDARAN – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Langkaplancar menggelar kegiatan Bedah Pedoman Pelaksanaan Organisasi dan Administrasi (PPOA) di Gedung Dakwah Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola organisasi sekaligus memperkokoh sistem kaderisasi di lingkungan Fatayat NU.

Sebanyak 167 peserta yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara ranting maupun anak ranting mengikuti kegiatan tersebut. Jajaran pengurus PAC Fatayat NU Langkaplancar juga turut hadir untuk memastikan penguatan organisasi berjalan hingga level paling bawah.

Ketua PAC Fatayat NU Langkaplancar, Ulfah Quraesin, mengatakan bahwa organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama membutuhkan sistem administrasi yang tertata agar mampu bergerak lebih efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Wujudkan Sekolah Sehat, Dinkes Kota Tangerang Kukuhkan 100 Inspektur Pangan Cilik

Menurutnya, semangat pengabdian saja tidak cukup tanpa dibarengi kemampuan manajerial dan administrasi yang baik.

“PPOA menjadi instrumen penting agar jalannya organisasi tetap terarah, tertib, dan berkesinambungan. Organisasi yang kuat harus dibangun dengan sistem yang jelas dan budaya administrasi yang baik,” ujar Ulfah saat membuka kegiatan.

Ia menegaskan, Fatayat NU memiliki tanggung jawab besar dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mencetak kader perempuan muda NU yang tangguh, progresif, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.

Pada sesi materi, Sekretaris PC Fatayat NU Pangandaran, Neni Nurhasanah, memaparkan pentingnya implementasi PPOA dalam aktivitas organisasi sehari-hari. Materi tersebut mencakup tata kelola surat-menyurat, penyusunan program kerja, pelaporan kegiatan, hingga pengarsipan dan dokumentasi organisasi.

Baca Juga:  Hergun Blak-blakan soal Nasib Kabupaten Sukabumi Utata, 290 CDOB Masih Antre

Neni menilai administrasi organisasi bukan sekadar urusan teknis, melainkan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap organisasi.

“Administrasi bukan sekadar pekerjaan teknis, tetapi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik dan kesinambungan gerakan kaderisasi,” katanya.

Sementara itu, materi penguatan organisasi disampaikan oleh Nurfi Nurfajriyah. Ia menekankan pentingnya membangun organisasi yang resilien dan adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas ke-NU-an.

Menurutnya, Fatayat NU harus mampu menjadi ruang pengembangan kepemimpinan perempuan muda yang tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial-keagamaan, tetapi juga memiliki daya saing dan kemampuan kolaborasi.

Baca Juga:  Jadi Makelar Proyek, Oknum ASN Subang Gondol Duit Belasan Juta

“Fatayat NU tidak hanya menjadi ruang aktivitas sosial dan keagamaan, tetapi juga ruang pembentukan kepemimpinan perempuan muda Nahdlatul Ulama yang progresif dan berdaya saing,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai diskusi terkait tantangan organisasi di tingkat ranting dan anak ranting. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan sharing pengalaman mengenai tata kelola organisasi di wilayah masing-masing.

Melalui kegiatan Bedah PPOA tersebut, PAC Fatayat NU Langkaplancar berharap lahir kultur organisasi yang lebih tertib, solid, dan profesional sehingga mampu memperkuat kaderisasi serta menjaga eksistensi Fatayat NU di tengah masyarakat.*

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran