Hadir di Belajaraya 2026, Menteri Jumhur Hidayat Targetkan Persoalan Sampah Nasional Tuntas dalam Dua Tahun

JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat memberikan penekanan serius terhadap urgensi pendidikan lingkungan sebagai fondasi kesadaran ekologis masyarakat. Dalam acara diskusi publik bertajuk ‘Green is the New Cool: Belajar dari Gerakan Lingkungan’ yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Belajaraya 2026, Jumhur menegaskan bahwa isu lingkungan hidup adalah tanggung jawab kolektif yang melibatkan kolaborasi lintas sektor.

Berbicara di hadapan publik di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (2/5/2026), Jumhur menyebut persoalan ekologi tidak boleh lagi dipandang sebagai beban satu pihak. “Urusan lingkungan bukan urusan satu negeri, satu komunitas. Tapi urusan semua negeri, semua komunitas,” tegasnya dalam acara tersebut.

Baca Juga:  Hardiknas 2026: Abdul Mu’ti Paparkan Formula 3M dan Fondasi Ekosistem Pendidikan Terintegrasi

Menteri Lingkungan Hidup menilai bahwa sistem pendidikan memiliki peran krusial dalam membentuk perilaku peduli lingkungan sejak usia dini. Nilai-nilai ekologis yang ditanamkan sejak awal diharapkan mampu membentuk pola pikir dan tindakan yang berdampak pada pengambilan keputusan strategis di masa depan, baik dalam lingkup pemerintahan maupun dunia usaha.

Ia menekankan bahwa setiap langkah yang diambil oleh individu di masa depan harus selalu mempertimbangkan dampak lingkungan sebagai variabel utama. “Kalau itu sudah menjadi kebiasaan, maka jadi apapun Anda pasti itu menjadi pertimbangan penting,” ujar Jumhur.

Baca Juga:  Senjata di Balik Pena: Refleksi Hari Pendidikan Nasional dan Keberanian Menulis

Selain fokus pada ranah edukasi, pemerintah secara paralel memprioritaskan penanganan krisis sampah nasional. Jumhur secara berani menetapkan target bahwa persoalan sampah di Indonesia harus terselesaikan sepenuhnya dalam kurun waktu satu hingga dua tahun ke depan. Ia meyakini bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk mengeksekusi solusi tersebut tanpa penundaan lebih lanjut.

“Dalam satu hingga dua tahun, urusan sampah harus selesai. Negara ini punya banyak orang pintar dan terdidik,” katanya dengan optimis.

Jumhur menjelaskan bahwa komitmen kuat terhadap penanganan lingkungan ini merupakan arahan langsung dari presiden yang kemudian diterjemahkan menjadi langkah-langkah konkret di lapangan. Sebagai pemegang mandat di Kementerian Lingkungan Hidup, ia menegaskan tanggung jawab penuh dalam menjalankan kebijakan tersebut, namun tetap meminta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga:  Republik yang Belum Selesai Belajar

“Saya perlu dukungan semua pihak agar tujuan bersama bisa tercapai. Lingkungan yang baik adalah kepentingan kita bersama,” pungkasnya. Melalui kolaborasi antara kebijakan pemerintah yang tegas dan kesadaran masyarakat yang tinggi, Indonesia diharapkan mampu mewujudkan ketahanan lingkungan demi generasi masa depan.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *